Tangis Vozinha Warnai Debut Bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia

Atlanta, Opsi.id  – Penjaga gawang veteran Tanjung Verde, Vozinha, tak mampu membendung air mata. Membawa negaranya mencatat hasil paling bersejarah dalam sejarah sepak bola mereka.

Kiper berusia 40 tahun itu tampil gemilang saat menahan imbang juara Eropa, Spanyol dengan skor 0-0 pada laga debut Tanjung Verde di Piala Dunia 2026.

Begitu peluit panjang berbunyi di Stadion Atlanta, ribuan pendukung Tanjung Verde yang memenuhi tribun langsung berpesta.

Mereka bernyanyi, menari, dan saling berpelukan merayakan satu poin berharga yang terasa seperti kemenangan.

Di tengah perayaan itu, sorotan kamera tertuju kepada Vozinha yang menangis haru.

Penampilan luar biasanya membuat ia dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Ia mencatatkan tujuh penyelamatan penting untuk menggagalkan berbagai peluang emas Spanyol.

“Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya. Sayangnya mereka sudah meninggal beberapa tahun lalu dan tidak bisa menyaksikan momen ini,” ujar Vozinha seusai pertandingan, dikutip dari BBC, Selasa (16/6/2026).

Ia juga mengungkapkan kesedihannya karena sang ibu gagal hadir di stadion akibat kendala visa dan biaya perjalanan.

Menuju Panggung Dunia

Lahir dengan nama Josimar Dias, Vozinha harus menunggu hingga usia 25 tahun untuk memulai karier profesionalnya.

Ia sempat mempertimbangkan pensiun dari tim nasional, namun mimpi tampil di Piala Dunia membuatnya terus bertahan.

"Saya berpikir untuk meninggalkan tim nasional, tetapi saya terus melanjutkan karena mimpi ini," katanya.

Pada usia 40 tahun 12 hari, Vozinha mencatat rekor sebagai pemain tertua yang tampil dalam laga debut Piala Dunia sebuah negara.

Baca juga: Pelatih Spanyol Optimistis Lamine Yamal Fit untuk Laga Perdana Piala Dunia 2026

Prestasi tersebut menjadi bukti ketekunan dan perjuangan panjang yang telah ia lalui.

Berasal dari kota Mindelo di kepulauan Tanjung Verde, sekitar 600 kilometer dari pantai barat Afrika, ia menghadapi banyak tantangan sejak kecil.

Meski dikenal sebagai salah satu kiper terbaik di pulau kelahirannya, postur tubuh yang dianggap kurang ideal membuatnya sering tidak terpilih.

Seperti banyak pesepak bola Tanjung Verde lainnya, ia kemudian merantau ke Portugal untuk mengejar kesempatan berkarier.

Perjalanannya membawanya bermain di Slovakia, Angola, Moldova, Siprus, hingga kini memperkuat klub Portugal, Chaves.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

‎Pansus DPRD DKI Dorong BUMD Milik Pemprov Optimalkan Dana CSR, Fokus Bangun Fasilitas Publik

‎Jakarta - Anggota Pansus Corporate Social Responsibility (CSR) DPRD...

RSUD dr. Djasamen Saragih Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan

Pematangsiantar, Opsi.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr....

Preview Portugal vs Spanyol: Duel Iberia Penentu Nasib Ronaldo di Piala Dunia

ARLINGTON, Opsi.id  – Dua raksasa Eropa, Portugal dan Spanyol,...

Wabup Toba Minta ASN Imbangi Efisiensi Anggaran dengan Hadir di Tengah Masyarakat

TOBA, Opsi.id  – Wakil Bupati Toba Audi Murphy O....

Cristiano Ronaldo Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi yang Terakhir

ARLINGTON, Opsi.id  – Kapten Portugal Cristiano Ronaldo memastikan Piala...

FIFA Tangguhkan Skorsing Balogun, Striker AS Bisa Hadapi Belgia di 16 Besar

SEATTLE, Opsi.id  – FIFA menangguhkan sanksi larangan bermain yang...

Berita Terbaru

Popular Categories