JAKARTA, Opsi.id – Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri tersebut dan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry selama sekitar tujuh tahun memimpin bank sentral Indonesia.
Kepergiannya mengakhiri perjalanan panjang lebih dari empat dekade di Bank Indonesia yang diwarnai berbagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959.
Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca juga: Kondisi Transaksi Internasional Tidak Sebaik Klaim Bank Indonesia
Kemudian melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master of Science (1989) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Moneter dan Ekonomi Internasional (1991).
Karier Perry di Bank Indonesia dimulai pada 1984 sebagai staf.
Selama lebih dari 40 tahun, ia meniti karier dari berbagai posisi strategis, mulai dari Staf Gubernur, Kepala Biro Gubernur, Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan.
Hingga menjadi Executive Director mewakili 13 negara Asia Tenggara di Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC pada 2007–2009.
Pada 2013, Perry diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Lima tahun kemudian, DPR menyetujui pencalonannya sebagai Gubernur Bank Indonesia ke-16, dan ia resmi dilantik pada 24 Mei 2018 menggantikan Agus Martowardojo.
Pada 2023, ia kembali dipercaya memimpin BI untuk periode kedua.
Selama menjabat sebagai gubernur, Perry dikenal sebagai salah satu arsitek kebijakan moneter Indonesia.
Ia memimpin Bank Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari gejolak ekonomi global, pandemi COVID-19, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Di bawah kepemimpinannya, BI juga mempercepat transformasi digital sistem pembayaran nasional melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan penguatan kebijakan makroprudensial.
Atas kiprahnya, Perry memperoleh berbagai penghargaan internasional.
Salah satunya adalah Governor of the Year Asia-Pacific 2019 dari GlobalMarkets atas keberhasilannya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Selain aktif sebagai bankir sentral, Perry juga dikenal sebagai akademisi dan penulis.
Baca juga: Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur BI
Ia kerap menjadi dosen tamu di berbagai perguruan tinggi serta menulis sejumlah publikasi ilmiah di bidang ekonomi moneter.
Bersama Solikin M. Juhro, ia menerbitkan buku Central Bank Policy: Theory and Practice, yang membahas praktik kebijakan bank sentral di negara berkembang.
Pada 27 Juli 2026, Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia dengan alasan pribadi. Pemerintah menyatakan pengunduran diri tersebut diterima secara hormat.
Sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara hingga Presiden mengusulkan calon gubernur definitif yang kemudian harus memperoleh persetujuan DPR. []


