Jumhur Hidayat, dari Tokoh Buruh Kini Anak Buah Prabowo

Jakarta – Jumhur Hidayat resmi masuk dalam jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Istana Negara pada Senin, 27 April 2026.

Pelantikan tersebut menandai babak baru perjalanan politik Jumhur. Sosok yang selama ini dikenal luas sebagai tokoh buruh, aktivis, dan figur vokal dalam isu ketenagakerjaan nasional.

Mohammad Jumhur Hidayat lahir di Bandung pada 18 Februari 1968.

Namanya identik dengan perjuangan pekerja, ekonomi kerakyatan, serta kritik terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Di kalangan serikat pekerja, Jumhur dikenal memiliki pengaruh kuat.

Ia pernah menjadi tokoh penting di KSPSI dan lama dianggap sebagai salah satu suara utama kelompok buruh di Indonesia.

Selain aktif di gerakan pekerja, Jumhur juga memiliki pengalaman birokrasi.

Ia pernah dipercaya memimpin BNP2TKI, lembaga yang mengurusi penempatan serta perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Kini, Prabowo menunjuknya memimpin kementerian yang menangani isu lingkungan hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.

Jumhur juga otomatis menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Namun perjalanan politik Jumhur bukan tanpa dinamika.

Pada 2020, namanya sempat menjadi sorotan setelah ditangkap dalam perkara yang berkaitan dengan demonstrasi penolakan Omnibus Law.

Kasus tersebut memicu perdebatan luas karena banyak pihak mengaitkannya dengan kebebasan berpendapat.

Pada masa pemerintahan sebelumnya, Jumhur juga dikenal sebagai pengkritik keras.

Sejumlah kebijakan ekonomi, ketenagakerjaan, dan omnibus law dia kritik.

BACA: Dudung Abdurachman, dari KSAD Menjadi KSP Prabowo

Sikap kritis itu membuatnya populer di kalangan buruh, namun juga memunculkan resistensi dari pihak lain.

Masuknya Jumhur ke kabinet Prabowo pun dipandang beragam.

Sebagian menilai hal itu sebagai bentuk rekonsiliasi politik.

Sementara pihak lain melihatnya sebagai kesempatan bagi aktivis senior untuk bekerja langsung dari dalam pemerintahan.

Hubungan Jumhur dengan pemerintahan Joko Widodo sebelumnya sempat mengalami pasang surut.

Era Prabowo, kedekatan politiknya dinilai semakin kuat. Tercermin dari kepercayaan yang diberikan untuk mengisi kursi menteri.

Perjalanan Jumhur menunjukkan transformasi menarik. Dari tokoh buruh, pengkritik pemerintah, hingga kini menjadi bagian penting kabinet negara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Cedera Parah, Fermín López Terancam Absen di Piala Dunia 2026

Mengalami patah tulang metatarsal kelima di kaki kanannya...

Anies Baswedan Jadi Anggota Dewan Penasihat Riyadh, Bawa Pengalaman Jakarta ke Panggung Global

Anies Baswedan, dipercaya menjadi anggota Dewan Penasihat Komisi...

DPRD DKI Dorong BUMD Fokus Salurkan TJSL ke Persoalan Sampah dan Septic Tank untuk Warga Jakarta

‎Jakarta – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Tanggung...

RS Bhayangkara Polda Sulbar Raih Penghargaan Digitalisasi Bintang 3 dari BPJS Kesehatan

Mamuju, OPSI.ID - Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Hoegeng Imam...

Rooney: Salah Egois — Drop Dia dari Laga Perpisahan Anfield

Inggris, Opsi.id - Mantan striker Manchester United Wayne Rooney...

Pramono Anung Bakal Sebar Bansos, Alarm Keloyoan Ekonomi Warga Jakarta

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui adanya...

Antoine Griezmann: Cinta Atlético lebih berharga dari trofi apapun

Jakarta, Opsi.id - Antoine Griezmann menutup babak terakhirnya di...

Pemerintah Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei

Jakarta, OPSI.ID - Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar...

Berita Terbaru

Popular Categories