BANDA ACEH, Sinata.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya mitigasi banjir di Kota Banda Aceh.
Salah satunya melalui pemasangan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS).
Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir.
Sistem tersebut dirancang untuk memantau kondisi hidrologi secara real time.
Sekaligus memberikan peringatan dini apabila terjadi potensi peningkatan debit air yang berisiko menimbulkan banjir.
Pengembangan EWS di Banda Aceh ditandai dengan rampungnya pemasangan perangkat pada akhir 2025.
BNPB menempatkan satu unit sirine array, lima unit sensor pemantauan banjir. Serta dashboard monitoring terintegrasi guna mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Perangkat sensor dipasang di sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Taman Putroe Phang, Keutapang, Indrapuri, dan kawasan KM 0.
BACA JUGA: BNPB Buka Data Ada 2.552 Bencana Alam di RI, Bencana Banjir Paling Memprihatinkan
Sementara sirine peringatan dini ditempatkan di area Kantor Camat Baiturrahman. Sedangkan pusat pemantauan berada di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika Kota Banda Aceh.
Sistem ini dilengkapi sensor tinggi muka air, kamera pengawas (CCTV), perangkat pemantauan lingkungan.
Dan dashboard visualisasi data yang memungkinkan kondisi lapangan dipantau langsung setiap saat.
Simulasi Evakuasi pada Hari Kesiapsiagaan Bencana
Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat, sirine EWS diuji coba dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Minggu (26/4/2026).
Sekitar 100 warga mengikuti simulasi evakuasi banjir di Kantor Camat Baiturrahman yang juga ditetapkan sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES).
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, teknologi hanya akan efektif jika dipahami dan direspons cepat oleh masyarakat.
Menurut dia, sehebat apa pun teknologi yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memahami informasi peringatan dini. Dan merespons dengan langkah yang tepat.
Simulasi evakuasi dan uji coba sirine menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Sehingga dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
BERITA TERKINI


