Pati, Opsi.id – Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini terjadi di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyaama menjelaskan, kasus pencabulan ini dilaporkan oleh korban pada Juli 2024.
Dalam laporan tersebut, korban yang merupakan santriwati mengaku mendapatkan kekerasan seksual (pencabulan) berturut-turut sejak Februari 2020 hingga Januari 2024 di Ponpes.
”Saat kejadian tahun 2020 korban berusia masih 15 tahun,” ujar Dika, Senin (4/5/2026).
Dia menambahkan, yang dilaporkan berinisial A, yang merupakan kiai pengasuh salah satu ponpes di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Setelah mendapatkan laporan pencabulan, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan.
”Kita dari satreskrim sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Mulai pengasuh dan juga orang tua korban. Mengingat saat itu korban masih di bawah umur,” jelasnya.
Dalam penanganan kasus pencabulan ini, pihak kepolisian juga melibatkan beberapa pihak.
Di antaranya adalah Pekerja Sosial (Pesos), Bapas dan Dinas terkait untuk mendampingi anak.
”Kami sudah mengumpulkan barang bukti yakni surat seprinsita pada bulan November 2024 terhadap yang bersangkutan yakni sebuah handphone dan juga terhadap korban dan saksi. Baik pakaian dalam dan juga atribut yang digunakan korban, maupun pelaku saat kejadian,” ungkap dia.
Pihaknya pun mengungkapkan modus kiai cabul dalam kasus pencabulan ini, dalam upaya mengelabui para korban.
Kiai cabul itu mendoktrin korban harus taat terhadap guru, sampai akhirnya diduga bisa melakukan aksi pencabulan santriwati.
”Modusnya mendoktrin santriwati dengan doktrin tarikah yang intinya di situ yang namanya murid harus ikut dengan guru. Dalam hal ini santriwati menurut ustadz dan juga Kiai,” tandas dia.
Kasus pencabulan ini pada akhirnya memancing amarah warga setempat, PCNU, Fatayat NU hingga GP Ansor Pati.
Mereka mengutuk keras. Bahkan warga, GP Ansor Pati dan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) juga menggelar demo di ponpes tersebut pada Sabtu (2/5/2026) lalu.
Belakangan terungka total 50 santriwati yang sdah dicabuli oknum Kiai tersebut. []


