Jakarta – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan menyatakan pihaknya siap melibatkan pegiat lingkungan hingga influencer untuk memasifkan kampanye edukasi gerakan pilah sampah dari rumah yang disosialisasikan melalui media sosial agar berjalan optimal.
Pilah sampah dilakukan dengan memisahkan limbah berdasarkan jenisnya, seperti organik, anorganik, dan residu sejak dari sumber, yaitu rumah tangga. Langkah ini memungkinkan sampah untuk didaur ulang atau diolah sesuai karakteristiknya. Upaya tersebut bertujuan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.
Libatkan Influencer dan Masyarakat
Dengan menggandeng pegiat dan kader lingkungan, influencer, hingga anak muda, upaya ini diharapkan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Termasuk asisten rumah tangga (ART) agar disiplin memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan maupun dibuang ke tempat khusus sesuai jenisnya.
”ART juga perlu disasar. Jadi melalui media sosial dan televisi, supaya benar-benar Jakarta bisa mengelola sampahnya sendiri,” kata Judistira Hermawan saat diwawancarai usai rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, pada Senin, 4 Mei 2026.
Judistira menegaskan, Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta yang ia pimpin ini betul-betul serius untuk mengurangi beban di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.


