Jakarta – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan menyatakan pihaknya siap melibatkan pegiat lingkungan hingga influencer untuk memasifkan kampanye pilah sampah dari rumah yang disosialisasikan melalui media sosial agar berjalan optimal.
Pilah sampah yang dimaksud seperti memisahkan limbah berdasarkan jenisnya seperti organik, anorganik, dan residu sejak dari sumber (rumah tangga) untuk didaur ulang atau diolah, guna mengurangi beban Tempat Akhir Pembuangan (TPA) dan mendukung lingkungan sehat.
Dengan menggandeng pegiat lingkungan hingga influencer tertentu, diharapkan sasarannya hingga asisten rumah tangga (ART) bisa disiplin dalam memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dibuang ke tong sampah khusus.
”ART juga perlu disasar. Jadi melalui media sosial dan televisi, supaya benar-benar Jakarta bisa mengelola sampahnya sendiri,” kata Judistira Hermawan saat diwawancarai usai rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, pada Senin, 4 Mei 2026.
Judistira menegaskan, Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta yang ia pimpin ini betul-betul serius untuk mengurangi beban di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
”Karena di sana ada pekerjaan rumah besar menyelesaikan sekitar 60 juta ton sampah lama yang sudah menggunung,” ujar anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.
Maka itu, Judistira terpikir untuk melibatkan seluruh pihak, agar tata kelola sampah di Jakarta menjadi lebih baik dalam menyongsong Kota Jakarta bebas sampah pada 2030.
”Selama ini kita merasa baik-baik saja karena sampah dikirim ke sana (Bantargebang). Kita juga berterima kasih kepada Kabupaten/Kota Bekasi yang sudah menerima. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi,” ucap Ketua Harian DPD Golkar DKI tersebut.
Adapun di dalam Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta ini terdapat empat bab yang dibahas untuk diselesaikan terkait dengan tata kelola pengelolaan sampah.
”Salah satunya yang penting adalah bagaimana pelibatan masyarakat dalam rangka kita mengurangi sampah dari sumber, artinya dari lingkungan kita,” kata Judistira.
Dalam rapat Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta hari ini, pihaknya memanggil wali kota administratif Kota Jakarta, bupati Kepulauan Seribu, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Dari rapat tersebut, ia menjaring informasi menyoal kebutuhan alat atau sarana prasarana dibutuhkan oleh seluruhnya.
”Maka Pansus tadi sudah mencatat dan ini akan kita bawa rekomendasinya kepada Bapak Gubernur Pramono Anung. Salah satu poin penting adalah untuk melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Ini akan kita mintakan dianggarkan khusus terkait dengan apa yang menjadi kebutuhan, salah satunya adalah tong sampah untuk masyarakat menaruh sampah ketika sudah dipilah dari rumahnya,” kata Judistira.
Dengan demikian, ia menegaskan perlu ada gerakan bersama yang melibatkan seluruh stakeholders, mulai dari tingkat paling bawah RT/RW sampai dengan pemerintahan.
”Ini adalah gerakan bersama bahwa kita cinta Jakarta, agar Jakarta bersih dengan salah satunya memilah sampah dari rumah tangga,” kata Judistira Hermawan.

