Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026 Tuai Pro dan Kontra, Disebut Ubah Momentum Pertandingan

JAKARTA, Opsi.id  – Kebijakan jeda hidrasi (hydration break) yang diterapkan FIFA pada seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 terus memicu perdebatan.

Di satu sisi, aturan tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi fisik pemain di tengah suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun di sisi lain, banyak pihak menilai jeda tersebut justru mengganggu ritme pertandingan.

Sesuai aturan yang berlaku, wasit menghentikan pertandingan sekitar menit ke-22 setiap babak untuk memberikan waktu selama tiga menit kepada pemain melakukan rehidrasi.

Meski bertujuan melindungi kesehatan pemain, sejumlah pelatih dan mantan pemain menilai jeda tersebut memberi keuntungan taktis bagi tim yang sedang tertinggal.

Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, termasuk yang mempertanyakan penerapan jeda hidrasi secara menyeluruh.

“Saya tidak menyukainya. Saya hanya setuju jika kondisi cuaca benar-benar ekstrem. Jika kondisi baik, menurut saya itu tidak perlu,” kata Pochettino, dikutip dari BBC, Senin (15/6/2026).

Salah satu contoh yang paling banyak dibicarakan terjadi saat Brasil menghadapi Maroko.

Ketika jeda hidrasi berlangsung, Brasil sedang tertinggal 0-1.

Pelatih Carlo Ancelotti memanfaatkan waktu tersebut untuk memberikan instruksi dan melakukan penyesuaian taktik kepada para pemainnya.

Baca juga: Alarm Bahaya di Piala Dunia 2026! Panas Ekstrem dan Badai Ancam Pemain

Hasilnya terlihat cepat. Enam menit setelah pertandingan dilanjutkan, Vinicius Junior berhasil mencetak gol penyeimbang bagi Selecao.

Ancelotti mengakui jeda tersebut memberikan kesempatan bagi pelatih untuk menjelaskan masalah yang terjadi di lapangan dan melakukan perubahan strategi.

"Anda bisa menjelaskan masalah kepada pemain dan melakukan penyesuaian taktik yang bisa sangat membantu," ujar Ancelotti.

Pandangan berbeda disampaikan pelatih tim nasional wanita Amerika Serikat, Emma Hayes.

Menurutnya, jeda hidrasi lebih tepat disebut sebagai “jeda momentum” karena sering kali menguntungkan tim yang sedang tertekan.

“Ketika tim Anda sedang dominan, Anda tidak menginginkannya. Ketika sedang kehilangan momentum, Anda justru menyukainya,” kata Hayes.

Fenomena serupa juga terlihat dalam sejumlah pertandingan lain.

Kanada mencetak gol penyeimbang melawan Bosnia-Herzegovina tidak lama setelah jeda hidrasi babak kedua.

Skotlandia dan Australia juga mencetak gol penting setelah pertandingan kembali dilanjutkan usai jeda.

Sebaliknya, beberapa tim justru kehilangan momentum setelah jeda tersebut.

Curacao yang sempat memberikan perlawanan sengit kepada Jerman akhirnya kebobolan beruntun dan kalah telak 1-7.

Republik Ceko juga kehilangan dominasi permainan setelah jeda hidrasi dan akhirnya takluk 1-2 dari Korea Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Arditio Rilis Single Dosa Terindah, Refleksi Realitas Psikologis Cinta Tak Terucap

Jakarta - Industri musik tanah air kembali diramaikan oleh...

Perkuat Eksistensi di Industri Musik, Igan Baswara Rilis Single Ikut Aku Pulang

Jakarta - Lanskap industri musik Indonesia kembali kedatangan karya...

PSIM Yogyakarta Pecat Pelatih Jean-Paul van Gastel, Ini Penyebabnya

Yogyakarta, OPSI.ID - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama...

Menteri PKP Maruarar Sirait Apresiasi BNI Percepat Penyaluran KPR FLPP Rumah Subsidi

Jakarta – Bank Negara Indonesia (BNI) mempercepat penyaluran Kredit...

Dorong PT 5 Persen, Sekjen Golkar Fokus Tambah Kursi DPR Dibanding Menang Pemilu 2029

Makassar, OPSI.ID - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muh Sarmuji...

Aksi Prajurit TNI di Makassar Bagi-bagi Masker Gratis ke Warga

MAKASSAR – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1408/Makassar turun...

Dosen ITPLN Suroso Isnandar Jadi Dirut Baru PLN, Ini Harapan Kampus

Jakarta – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr....

Berita Terbaru

Popular Categories