Jakarta – Musisi asal Kuba, Alfred Matos, resmi merilis single terbaru berjudul “Kau Selalu di Hatiku” pada 24 April 2026. Karya ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya karena untuk pertama kalinya ia menghadirkan lagu dalam bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat arah musikalnya sebagai artis dengan pendekatan lintas budaya.
Dalam single ini, Alfred berkolaborasi dengan penyanyi asal Singapura, Syakirah Noble, menghadirkan perpaduan unik antara bahasa Spanyol dan bahasa Indonesia dalam satu lagu.
Kolaborasi tersebut tidak hanya menyatukan dua bahasa, tetapi juga dua karakter vokal dan latar budaya yang berbeda, menghasilkan harmoni yang segar sekaligus emosional.
Alfred, yang memiliki nama lengkap Alfredo Matos Medel, berasal dari Granma-Bayamo, Kuba, dan pindah ke Havana pada 2011 untuk menekuni dunia musik secara profesional. Sejak saat itu, kariernya berkembang melalui berbagai penampilan di venue musik, festival, hingga program televisi di Kuba.
Identitas musikalnya terbentuk dari akar Latin seperti salsa, bachata, dan reggaeton yang dipadukan dengan sentuhan pop modern. Ia pernah bekerja sama dengan komposer legendaris Kuba Edesio Alejandro serta banyak terinspirasi oleh musisi seperti Luis Fonsi, Leoni Torres, dan Alexandre Pires.
Single “Kau Selalu di Hatiku” mengangkat tema cinta jarak jauh, tentang bagaimana perasaan tetap bertahan meski dipisahkan oleh jarak dan waktu. Menurut Alfred dan Syakirah, lagu ini lahir dari keinginan menghadirkan cerita cinta yang sederhana namun dekat dengan banyak orang.
“Kau Selalu di Hatiku adalah tentang cinta yang tidak dibatasi jarak dan bahasa. Kami ingin lagu ini menjadi pengingat bahwa perasaan yang tulus akan selalu menemukan jalannya,” ujar Alfred Matos dan Syakirah Noble.
Syakirah, dengan latar belakang multikultural—Indonesia, Inggris, dan Cina—membawakan bagian berbahasa Indonesia dengan nuansa emosional yang lembut, sementara Alfred menghadirkan warna Latin melalui lirik berbahasa Spanyol.
Keduanya bertemu dalam chorus yang menjadi titik emosional utama lagu ini, simbol pertemuan dua dunia yang berbeda namun saling melengkapi.
Proses produksi lagu ini melibatkan musisi dari Bali dan Jakarta, sementara mixing dan mastering dikerjakan oleh Sumantri Limin menggunakan teknologi Dolby Atmos sehingga menghasilkan kualitas audio yang imersif.
Bagi Alfred, merilis lagu dalam bahasa Indonesia adalah pengalaman baru penuh tantangan. Ia harus mempelajari pengucapan serta nuansa bahasa agar tetap natural, namun dari proses tersebut ia semakin yakin bahwa musik merupakan bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya.
Saat ini Alfred mulai memperluas kariernya ke Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai fokus utama karena memiliki basis pendengar besar dan emosional, sementara Singapura dipandang sebagai hub strategis untuk menjangkau pasar regional.
Ke depan, ia berencana menghadirkan lebih banyak karya berbahasa Indonesia yang dipadukan dengan ritme Latin khas Kuba serta sentuhan instrumen tradisional Indonesia.
“Untuk siapa pun yang mendengarkan lagu ini—jika kamu pernah merindukan seseorang yang jauh, lagu ini untukmu. Semoga lagu ini bisa menjadi pelukan kecil yang mengingatkan bahwa kamu tidak sendiri,” tutur Alfred dan Syakirah.
Sebagai sebuah karya, “Kau Selalu di Hatiku” tidak hanya menjadi lagu tentang cinta, tetapi juga simbol pertemuan dua budaya—Latin dari Kuba dan nuansa Asia Tenggara—yang dipersatukan melalui emosi, bahasa, dan harmoni dalam satu karya musik. []

