Bupati Tolikara Willem Wandik Ihwal Konflik Wamena: Jangan Tumpahkan Darah di Honai Kita Sendiri!

KARUBAGA, Opsi.id  — Konflik antar dua kelompok massa orang asli Papua yang berujung memakan korban, Jumat (15/5/2026) terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Konflik berujung jatuh korban menyisakan duka mendalam dan keprihatinan. Tidak hanya keluarga besar tetapi masyarakat orang asli Papua yang sama-sama tinggal di atas tanah dan dalam honai (rumah adat) yang sama: Papua.

Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos juga menyampaikan duka dan keprihatinan atas konflik yang tidak hanya merenggut nyawa. Tetapi juga melukai sesama saudara anak asli Papua di honai dan tanah yang sama. 

“Saya mengajak dua kelompok yang bertikai, mari sejenak kita khusuk dalam doa kepada Tuhan dan menghentikan pertikaian.

Jangan tumpahkan darah di honai kita sendiri,” ujar Willem Wandik di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Sabtu (16/5/2026). 

Lalu pihak-pihak yang terlibat konflik serta masyarakat, ia ajak agar kembali berdamai sekaligus merawat nilai-nilai persaudaraan warisan orang tua dan leluhur.

Wandik juga mengajak merawat relasi kekeluargaan yang selama ini menjadi modal, kekuatan orang asli Papua untuk maju.

Dengan suara penuh empati dan ketegasan, Bupati Wandik mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya sebuah kota. Tetapi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Papua pegunungan.

“Wamena adalah honai besar kita bersama. Jangan kita tumpahkan darah di honai kita sendiri,” kata Bupati Wandik lebih lanjut.

Buntut konflik tersebut, tidak hanya jatuh korban tetapi membuat warga mengungsi hingga kerusakan kerusakan fasilitas.

Baca Juga: Maruarar Sirait Genjot 21 Ribu Rumah Layak di Papua

Bupati Wandik menghimbau agar konflik segera diakhiri agar tidak berpotensi memecah persatuan antar sesama masyarakat asli Papua.

Masyarakat juga dihimbau tidak mudah terprovokasi oleh tindakan segelintir oknum. Persoalan personal tidak boleh diseret kelompok komunal.

“Kalau yang bermasalah hanya beberapa orang, jangan satu suku dibawa ke dalam konflik. Kita semua bersaudara di atas tanah Papua,” ujar Wandik, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Papua.

Sebagai langkah penyelesaian, Bupati Wandik mendorong pendekatan damai melalui tiga jalur utama.

Pertama, pendekatan adat dan musyawarah dengan melibatkan tokoh adat, tokoh perempuan, dan pemuda.

Kedua, pendekatan keagamaan bersama para tokoh gereja dan pemimpin agama.

Ketiga, pendekatan hukum agar keadilan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Konflik berkepanjangan diakuinya akan menghambat pembangunan dan masa depan generasi Papua.

Ia menilai anggaran pemerintah seharusnya diprioritaskan untuk pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pelayanan dasar. Bukan habis untuk menangani dampak pertikaian sosial yang terus berulang.

Baca juga: Rumah Solidaritas Papua: Pelanggaran HAM di Papua Meningkat, Hentikan Operasi Militer

“Dana pembangunan jangan habis untuk konflik. Kita harus fokus membangun masa depan generasi Papua yang lebih baik,” kata Bupati Wandik.

Bupati Wandik juga mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial.

Ia meminta warga tidak menyebarkan informasi bohong atau ujaran provokatif yang dapat memperkeruh keadaan.

Menurutnya, setiap nyawa orang asli Papua sangat berharga dan tidak boleh dikorbankan karena kebencian maupun ego kelompok tertentu.

“Jangan bakar Papua dengan kebencian. Mari jadi pembawa damai bagi negeri ini.

Mari kita jaga Wamena, mari kita jaga Papua Pegunungan, mari kita jaga tanah Papua,” kata Wandik, mantan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Seruan damai Bupati Wandik diharapkan menjadi titik balik bagi terciptanya rekonsiliasi permanen di Wamena dan seluruh wilayah Papua Pegunungan.

Demi menjaga persatuan, keamanan, dan masa depan generasi Papua yang lebih damai dan bermartabat. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Kiai Gontor Lempar Sindiran soal ‘Cari Muka’ di Depan Prabowo: Singgung Ijazah hingga Jabatan

PONOROGO, Opsi.id  – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH...

Prabowo Blak-blakan: Demokrasi Bisa Dibeli, Mereka Mau Nyogok Presiden

JAKARTA, Opsi.id  – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas...

Kecewa Persita Imbang, Carlos Peña: Harusnya Kita Bikin Lebih Banyak Gol

Parepare, OPSI.ID - Persita Tangerang harus puas berbagi angka...

Horas! Daniel Hutapea Bawa Budaya Batak ke Panggung Asian Games 2026

NAGOYA, Opsi.id  – Nuansa budaya Batak mencuri perhatian saat...

Di Tengah Kasus HGB ATR/BPN, Menteri Nusron Disebut Sudah Sejak Lama Mundur dari Golkar

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Dua Kali Tertinggal, Kesalahan Individu Jadi Sorotan Utama Pelatih PSM Makassar

Makassar, OPSI.ID - Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, memberikan...

Berita Terbaru

Popular Categories