Mamasa, OPSI.ID – Kehadiran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa membawa dampak positif bagi petani lokal. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah dan balita, tetapi juga membuka akses pasar baru bagi hasil pertanian warga.
Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Osango, hasil panen petani kini terserap langsung untuk kebutuhan dapur MBG. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani yang selama ini kesulitan memasarkan hasil kebun akibat keterbatasan akses pasar dan harga yang tidak stabil.
Berbagai jenis sayuran seperti selada, sawi, dan pakcoy yang sebelumnya sulit dijual kini menjadi komoditas yang rutin dibutuhkan dapur SPPG Osango.
Kepala SPPG Osango, Kristianto mengatakan, penyerapan hasil pertanian lokal merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan dalam program MBG.
“Kami berdayakan masyarakat, utamanya petani lokal sayuran dan lainnya. Tujuannya sederhana, hasil mereka diakomodir sesuai kebutuhan dapur, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Kristianto, Minggu 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dengan sistem tersebut petani tidak perlu lagi membawa hasil panen ke pasar kota atau bergantung pada tengkulak. Kebutuhan dapur MBG diupayakan dipenuhi dari hasil kebun masyarakat Mamasa sendiri.
Langkah itu dinilai efektif memotong rantai distribusi yang panjang sehingga biaya dapat ditekan. Selain itu, sayuran yang digunakan untuk kebutuhan dapur MBG juga lebih segar karena jarak tempuh distribusi relatif dekat.
Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa melalui pemberdayaan petani lokal dan pemanfaatan hasil pertanian daerah. []


