India, Opsi.id – Kasus kematian model dan aktris India Twisha Sharma memicu perhatian besar publik India. Keluarga menuding ia menjadi korban kekerasan terkait mahar pernikahan atau dowry.
Twisha, 33 tahun, ditemukan meninggal di rumah mertuanya di Kota Bhopal pada 12 Mei 2026. Hanya lima bulan setelah menikah dengan pengacara Samarth Singh.
Keluarga korban menuduh Samarth dan ibunya, mantan hakim Giribala Singh, melakukan penyiksaan terhadap Twisha. Karena persoalan mahar dan menyebut kematian itu sebagai pembunuhan.
Namun Giribala Singh membantah seluruh tuduhan tersebut. Mengatakan Twisha memiliki masalah kesehatan mental serta meninggal karena bunuh diri.
Polisi di Bhopal telah membuka kasus dugaan kematian akibat dowry. Kini menyelidiki apakah Twisha meninggal karena dibunuh atau bunuh diri.
Samarth Singh saat ini masih buron.
Polisi telah mengeluarkan surat pencekalan agar ia tidak meninggalkan India. Dan menawarkan hadiah uang tunai bagi siapa pun yang memberikan informasi keberadaannya.
Sementara itu, pengadilan memberikan jaminan penangguhan penahanan kepada Giribala Singh. Tetapi menolak permohonan serupa dari Samarth dan memerintahkannya menyerahkan diri sebelum 23 Mei.
Kasus ini menjadi perhatian luas media India karena Twisha merupakan figur publik. Ia menikah dengan keluarga terpandang dari lingkungan peradilan India.
Twisha dikenal sebagai model dan aktris yang pernah memenangkan kontes kecantikan Miss Pune pada 2012.
Ia juga tampil dalam sejumlah iklan dan film berbahasa Telugu sebelum bekerja di bidang pemasaran.
Keluarga Sharma menyebut hubungan rumah tangga Twisha mulai bermasalah tak lama setelah pernikahan mereka pada Desember 2025.
Mereka menuduh keluarga Singh terus menghina jumlah mahar yang diberikan karena dianggap tidak sesuai “standar” mereka.
Perselisihan disebut semakin memuncak setelah Twisha hamil pada April lalu.
Keluarga korban menuduh suami dan ibu mertuanya meragukan kehamilan tersebut dan memaksa Twisha menggugurkan kandungannya pada awal Mei.
Baca juga: Prabowo Naik Maung di Filipina, Ekonom Kritisi Pemerintah Malah Impor Mobil India
Tuduhan itu dibantah Giribala Singh. Ia mengklaim keputusan aborsi merupakan keinginan Twisha sendiri karena tidak ingin memiliki anak.
Ayah korban, Navnidhi Sharma, mengatakan komunikasi terakhir dengan putrinya terjadi pada malam kematiannya melalui panggilan WhatsApp.

