Jakarta – Musisi ternama Indonesia, Isyana Sarasvati, resmi meluncurkan album kelima bertajuk “EKLEKTIKO”. Album ini menjadi penanda eksplorasi musikal yang lebih luas, dengan pendekatan yang bebas. Tidak terikat genre, serta merefleksikan perjalanan personal Isyana sebagai musisi dan individu.
Album “EKLEKTIKO” dirancang sebagai proyek multichapter yang terbagi ke dalam empat fase utama, yakni Lunora, MAMIU, Cecilia, dan ABADHI. Setiap chapter menghadirkan warna musikal, emosi, serta perspektif yang berbeda.
Lunora menekankan semangat kolaborasi dan keberagaman, MAMIU mengeksplorasi sisi imajinatif dengan pesan kemurnian, Cecilia menampilkan kedewasaan dan refleksi. Sementara ABADHI menjadi titik penyatuan energi, penerimaan, dan keseimbangan.
Sebagai focus track, Isyana memilih lagu “BURN” dari chapter ABADHI. Lagu ini menghadirkan energi intens dengan perpaduan pop, electronic, dan metal yang melahirkan eksplorasi baru bernama Trance Metal (Dance Metal).
“BURN adalah salah satu track di album yang paling merepresentasikan makna EKLEKTIKO. Perpaduan antara pop, electronic, dan metal melahirkan warna baru yaitu Trance Metal (Dance Metal) yang jadi eksplorasi baru untukku,” kata Isyana Sarasvati.
BACA JUGA: Musisi Kanada, The Weeknd Bakal Konser di JIS Jakarta
“Sebagai pribadi yang kinestetik, aku menciptakan lagu ini untuk menemani teman-teman beraktivitas, terutama saat berolahraga. Semoga ‘BURN’ bisa jadi pemicu semangat untuk menjalani hari,” ucapnya.
Kekuatan “BURN” semakin diperluas melalui video musik berskala besar yang menampilkan Isyana bersama 60 penari dengan koreografi terstruktur dan visual yang kuat. Pendekatan ini menegaskan bahwa EKLEKTIKO tidak hanya hadir sebagai karya audio, tetapi juga sebagai pengalaman visual dan performatif yang utuh.

