Selain “BURN”, album ini juga menampilkan Be Alright (feat. Kamga) sebagai second focus track. Dengan nuansa R&B yang lebih easy listening, lagu ini melengkapi chapter Lunora yang sebelumnya diwarnai kolaborasi Isyana bersama VIDI, Hindia, dan Afgan.
Isyana menegaskan bahwa album ini adalah refleksi perjalanan hidupnya. “EKLEKTIKO adalah refleksiku tentang kehidupan manusia. Aku percaya kita hadir di dunia ini untuk belajar merasakan keberagaman, menjalani baik dan buruknya kehidupan, menemukan makna di setiap perjalanan, dan merayakan semuanya. Album ini adalah bentuk terima kasihku atas setiap proses itu,” ujarnya.
Proyek ini turut dilengkapi dengan lebih dari 30 output visual yang dirilis di kanal YouTube Isyana Sarasvati, merangkum keseluruhan cerita dari perjalanan album.
BACA JUGA: Alfred Matos & Syakirah Noble Satukan Budaya Lewat Single Kau Selalu di Hatiku
Dengan konsep multichapter, album “EKLEKTIKO” menjadi ruang eksplorasi yang menghadirkan beragam spektrum emosi dan dinamika. Sebuah pengalaman yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan bersama para pendengar dan ISYANATION.
Album “EKLEKTIKO” resmi dirilis pada 21 Mei 2026 di seluruh platform musik digital dengan daftar lagu yang terbagi dalam empat chapter. Chapter Lunora berisi “Hari Ini” (feat. Hindia), “Frenemy” (feat. VIDI), “Something New” (feat. Afgan), dan “Be Alright” (feat. Kamga).
Chapter MAMIU berisi “Game of Love”, “Menarilah dengan Jiwamu”, “rest area”, dan “Ada-Ada Aja” (with ISYANATION), Chapter Cecilia berisi “I’m on My Way”, “Aku Rindu”, “terima kasih dariku.”, dan “tiM3 tRaVeLLeR”
Serta Chapter ABADHI berisi “The Final Curtain”, “BURN”, “my Mystery” (feat. Marty Friedman), “World on Fire!”, “>.<“, dan “Babel”.
Lewat album “EKLEKTIKO”, Isyana Sarasvati sekali lagi menegaskan posisinya sebagai salah satu musisi paling visioner di Indonesia, menghadirkan karya yang melampaui batas genre sekaligus memperkuat eksistensinya di panggung musik internasional. []


