Chairman CISSReC: Lindungi Data Pribadi Adalah Bentuk Pengorbanan di Era Digital

JAKARTA – Chairman CISSReC Pratama Persadha mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk meningkatkan kesadaran keamanan siber.

Menurut Pratama, Idul Adha mengajarkan nilai pengorbanan yang dilakukan secara sadar dan ikhlas. Nilai tersebut dinilai relevan dengan upaya menjaga keamanan digital di tengah maraknya kebocoran data dan penipuan siber di Indonesia.

“Pertanyaannya, ketika data pribadi kita bocor atau rekening dikuras melalui social engineering, apakah itu pengorbanan yang sadar atau kita sedang menjadi korban?” ujar Pratama dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026.

Kebocoran Data Masih Jadi Ancaman

Pratama menyoroti berbagai insiden kebocoran data yang terjadi sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026.

Ia menyebut data sekitar 240 juta penduduk Indonesia sempat diperjualbelikan di dark web. Selain itu, sejumlah platform e-commerce, lembaga keuangan, dan layanan publik juga mengalami kebocoran data.

Di sisi lain, Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN mencatat 5,2 miliar anomali trafik hingga akhir 2025.

Menurut Pratama, sektor keuangan menjadi salah satu sektor paling rentan terhadap serangan siber.

Pengorbanan Kecil Demi Keamanan Digital

Pratama menjelaskan masyarakat perlu memahami perbedaan antara menjadi korban dan berkurban dalam konteks keamanan digital.

Ia mengatakan korban adalah pihak yang kehilangan data atau uang tanpa sadar. Sementara itu, berkurban berarti rela mengorbankan sedikit kenyamanan demi keamanan yang lebih besar.

Menurutnya, langkah seperti memasang autentikasi dua faktor, mengganti kata sandi secara berkala, dan memverifikasi pesan mencurigakan memang terasa merepotkan. Namun, langkah itu penting untuk melindungi aset digital.

“Pengorbanan kecil itu justru melindungi aset digital kita,” katanya.

Literasi Siber Dinilai Masih Lemah

Pratama menilai budaya digital masyarakat Indonesia masih lemah dalam hal kesadaran keamanan siber.

Ia menyebut masih banyak masyarakat yang mudah tergiur tautan mencurigakan, hadiah palsu, hingga aplikasi yang meminta akses berlebihan.

Karena itu, ia meminta pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dan BSSN memperkuat literasi keamanan siber dengan pendekatan yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, pendekatan budaya seperti momentum Idul Adha bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan kesadaran publik.

Pemerintah Diminta Perkuat Regulasi

Selain edukasi masyarakat, Pratama juga meminta pemerintah mempercepat pembentukan regulasi keamanan siber.

Ia menyoroti pentingnya pembentukan Badan Pelindungan Data Pribadi sebagai amanat Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

Selain itu, ia juga meminta pemerintah segera menerbitkan aturan turunan UU PDP serta mempercepat pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber.

“Tanpa pengorbanan struktural dan anggaran dari negara, masyarakat hanya akan terus menjadi korban,” ujarnya.

Idul Adha Jadi Pengingat Jaga Data Pribadi

Pratama menegaskan Idul Adha harus menjadi pengingat bahwa data pribadi merupakan amanah yang wajib dijaga.

Karena itu, ia mengajak masyarakat lebih berhati-hati sebelum mengklik tautan, membagikan data pribadi, maupun mempercayai informasi di ruang digital.

“Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk berubah dari sekadar korban menjadi pihak yang berkurban secara sadar demi keamanan siber Indonesia yang lebih baik,” kata Pratama.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Aliansi Masyarakat Sipil Sumut Serukan Aksi Kecam Pernyataan “Londo Ireng” Prabowo di Medan

MEDAN, Opsi.id – Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Sumatera...

OTT Bupati Pemalang Tambah Daftar Korupsi Kepala Daerah, Jateng Jadi Provinsi Terbanyak Terjaring KPK

JAKARTA, Opsi.id – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan...

Survei Terbaru: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Prabowo Diprediksi Kalah dari Dedi Mulyadi

JAKARTA, Opsi.id – Presiden Prabowo Subianto diperkirakan tidak akan...

Gibran Hormati Pembentukan Kabinet Bayangan: Bagian dari Demokrasi yang Sehat

JAKARTA, Opsi.id  – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons...

Jerat dengan Utang, Pelaku Penipuan Online Eksploitasi Anak di Bawah Umur

Makassar, OPSI.ID - Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak...

Capacity Building BI Sulbar 2026, Bekal Baru bagi Wartawan Mengawal Isu Ekonomi dan Digital

Mamuju, OPSI.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi...

Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Hanya Terima Sampah Residu

Makassar, OPSI.ID - Pemerintah Kota Makassar menegaskan penghentian praktik...

Berita Terbaru

Popular Categories