DALLAS, Opsi.id – Aroma pesta sepak bola dunia semakin terasa.
Menjelang bergulirnya FIFA World Cup 2026 pada 11 Juni mendatang, FIFA resmi membuka International Broadcast Centre (IBC) atau pusat siaran internasional di Dallas, Texas, Amerika Serikat.
Fasilitas seluas 45.000 meter persegi yang berlokasi di Kay Bailey Hutchison Convention Center itu akan menjadi “otak” penyiaran Piala Dunia 2026. Yang digelar di 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut fasilitas tersebut sebagai pusat siaran paling canggih yang pernah dibangun untuk sebuah ajang olahraga.
“Ini benar-benar luar biasa. Semakin banyak teknologi, semakin banyak kecerdasan buatan (AI), semakin banyak tenaga ahli yang bekerja di sini untuk membawa Piala Dunia ke miliaran penggemar di seluruh dunia,” ujar Infantino saat peresmian, dikutip dari laman resmi FIFA.
Menurutnya, banyak penonton yang hanya menikmati pertandingan melalui layar televisi tanpa menyadari ribuan orang bekerja di balik layar.
Agar setiap momen pertandingan dapat tersaji secara langsung ke seluruh dunia.
“IBC adalah pusat dari semuanya. Dari sinilah Piala Dunia disiarkan ke miliaran penggemar di berbagai negara,” katanya, dikutip Selasa (2/6/2026).
Fasilitas ini akan menjadi markas bagi lebih dari 2.000 pekerja media dan penyiaran internasional selama tujuh bulan ke depan.
Dallas sendiri bukan kota baru bagi FIFA. Pada Piala Dunia 1994, kota ini juga dipercaya menjadi pusat penyiaran internasional turnamen tersebut.
Wali Kota Dallas, Eric L. Johnson, mengatakan kota yang dipimpinnya siap memainkan peran penting dalam perhelatan olahraga terbesar di dunia itu.
“Hari ini Dallas resmi menjadi pusat jurnalisme dan penyiaran global untuk ajang olahraga internasional terbesar dalam sejarah,” ujarnya.
Selain menjadi pusat siaran, Dallas juga akan menjadi kota dengan jumlah pertandingan terbanyak pada Piala Dunia 2026, yakni sembilan laga.
Kota tersebut juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan FIFA Fan Festival yang diperkirakan dipadati ribuan penggemar dari berbagai negara.
Yang membuat IBC kali ini istimewa adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai aspek siaran pertandingan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan avatar pemain tiga dimensi berbasis AI.


