Jakarta, OPSI.ID – Ketua PAC Gerindra Tapos sekaligus Wakil Ketua Umum GEKIRA, Rienova Serry Donie, mengajak mahasiswa bersikap kritis berdasarkan data dan fakta lapangan yang akurat.
Menurutnya, mahasiswa adalah kelompok intelektual dengan tanggung jawab moral besar. Status pendidikan tinggi membuat tindakan mereka menjadi rujukan bagi generasi muda lainnya.
Sebagai kelompok intelektual, mahasiswa dinilai memikul beban tanggung jawab moral yang jauh lebih besar ketimbang elemen masyarakat lainnya.
Status mereka yang tengah menempuh pendidikan tinggi secara otomatis membuat setiap argumen, sikap, dan tindakan mereka menjadi sorotan sekaligus barometer bagi generasi muda lainnya dalam bertindak.
“Mahasiswa harus realistis membaca data dan memverifikasi kebenaran. Jangan menerima informasi setengah-setengah tanpa mengecek langsung di lapangan,” ucap Rienova, Minggu (14/6/2026).
Ia menegaskan tradisi kritik demokrasi harus dijaga. Namun, kritik baik tidak dibangun dari asumsi, melainkan dari pengamatan dan analisis yang mendalam.
Keberanian mengkritik harus sejalan dengan pemahaman kondisi riil. Alhasil, gerakan mahasiswa mampu menawarkan solusi relevan bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa itu kelompok terdidik. Mereka harus teliti dan memastikan setiap informasi memiliki dasar jelas serta dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Rienova menjelaskan.
Di akhir penyampaiannya, Wakil Ketua GEKIRA ini mengingatkan bahwa mahasiswa memegang posisi yang sangat strategis sebagai penyambung lidah antara rakyat dan para pemangku kebijakan.
Kemampuan dalam melakukan penelitian lapangan serta membaca isu sosial secara objektif merupakan modal utama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial demi mengawal arah pembangunan nasional.
Mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang gigih memperjuangkan nasib rakyat kecil dengan membawa argumen berbasis fakta yang sahih. Dari sanalah kritik akan memiliki bobot akademis sekaligus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.
“Saya mengajak seluruh mahasiswa di tanah air untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dengan mengarahkan energi kritis mereka sebagai motor penggerak solusi dan kemajuan bangsa,” tutup Rienova. []

