Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang investasi bagi Singapura pada proyek Transit-Oriented Development (TOD) serta pengembangan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4 sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi dan pembangunan kota yang berkelanjutan antara Jakarta dan Singapura.
Hal itu Pramono sampaikan saat bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Perdana Menteri Singapura, pada Senin, 15 Juni 2026.
Pertemuan ini juga memperkuat komunikasi yang telah terbangun antara Gubernur Pramono dan Perdana Menteri Lawrence Wong sejak keduanya sama-sama bertugas di pemerintahan nasional.
Saat itu, Pramono Anung menjabat sebagai Sekretaris Kabinet RI. Sementara, Lawrence Wong memegang sejumlah posisi strategis di Pemerintah Singapura.
Gubernur Pramono menyampaikan, pengalaman panjangnya di pemerintahan menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai mitra strategis, termasuk Singapura.
Pengalaman tersebut, ujar dia, juga mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menyelaraskan kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah guna memberikan kepastian bagi investor.
“Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor,” kata Pramono dalam keterangan resmi dikutip Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Pramono membuka ruang bagi penguatan investasi Singapura di Jakarta, termasuk pada proyek Transit-Oriented Development (TOD), pengembangan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4, serta berbagai inisiatif transformasi perkotaan yang mendukung Jakarta menuju kota global.
“Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura,” ucapnya.
Selain menawarkan peluang investasi pada sektor transportasi dan pengembangan kawasan perkotaan, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan iklim investasi yang mudah, transparan, efisien, dan konsisten.
Menurutnya, kepastian kebijakan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor.
“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kita perkuat hari ini akan membawa kita pada kesuksesan bersama,” kata Gubernur Pramono Anung. []


