Jakarta – Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Basri Baco meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta agar memaksimalkan aset untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Demikian disampaikan Baco usai rapat kerja pembahasan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Baco, BUMD perlu mengubah pola manajemen, sehingga tak terus menerus mengandalkan Penyertaan Modal Daerah (PMD).
Baca juga: Pansus DPRD DKI Siap Urai Benang Kusut Tata Kelola Sampah di Jakarta
Menurut Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta itu, salah satunya dengan mengoptimalkan aset-aset yang belum terkelola secara penuh sehingga hasilnya mampu mendongkrak postur APBD Jakarta.
“Tadi kita juga minta agar semua BUMD fokus bagaimana bisa membantu PAD atau APBD DKI Jakarta. BUMD harus sudah bisa jadi bagian daripada yang menyumbang,” ujar Basri Baco di Gedung DPRD DKI Jakarta dikutip Rabu, 17 Juni 2026.
Lebih lanjut, kata Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta itu, banyak aset milik BUMD berupa lahan maupun bangunan yang kondisinya terbengkalai. Padahal aset itu memiliki potensi ekonomi yang besar bila dikerjasamakan secara produktif dengan pihak ketiga.
Dalam hal ini yang menjadi sorotan, sejumlah BUMD besar yang memiliki banyak aset pasif di antaranya PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Perumda Pasar Jaya, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
Maka itu, Basri Baco meminta agar jajaran direksi BUMD lebih inovatif dalam memanfaatkan sejumlah aset sehingga mampu menghasilkan dampak perekonomian secara maksimal lewat PAD.
Baca juga: Politisi PKS Suhud Alynudin Resmi Jabat Ketua DPRD DKI Jakarta, Gantikan Khoirudin
“Jangan berpikir terus untuk mendapatkan PMD dan untuk itu mereka harus kita arahkan untuk memaksimalkan semua aset yang terbengkalai supaya segera dikerjasamakan,” ujarnya.
Basri Baco mengimbau agar jajaran direksi mampu segera memaksimalkan aset pasif menjadi sumber pendapatan baru.
Menurut dia, tentu hal itu menjadi salah satu indikator capaian kinerja dalam meningkatkan perekonomian DKI Jakarta.
“Aset berupa tanah, gedung, dan lain-lain harusnya para dirut dan direksi ini harus cepat berpikir bagaimana caranya itu bisa jadi pemasukan buat DKI Jakarta,” kata Basri Baco. []


