JAKARTA, Opsi.id – Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diperkirakan akan menarik jutaan suporter dari berbagai negara.
Di balik kemeriahan turnamen sepak bola terbesar dunia itu, para ahli kesehatan mengingatkan adanya sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai para penonton.
Turnamen yang dimulai pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut digelar di 16 kota tuan rumah dengan total 104 pertandingan yang melibatkan 48 negara peserta.
Dilansir dari Healthline, Profesor Kedokteran dan Penyakit Menular dari Vanderbilt University, William Schaffner mengatakan, ancaman kesehatan terbesar dalam ajang olahraga berskala besar seperti Piala Dunia bukanlah penyakit langka.
Melainkan masalah yang lebih umum seperti sengatan panas, gangguan pernapasan, hingga kondisi medis darurat.
“Masalah yang paling umum adalah penyakit terkait panas. Selain itu, kasus jatuh, diabetes, kejang, dan nyeri dada juga menjadi perhatian,” ujar Schaffner dikutip Rabu (17/6/2026).
Risiko Campak Ada, Tetapi Rendah
Tiga negara tuan rumah saat ini memang tengah menghadapi peningkatan kasus campak. Namun para ahli menilai risiko penularan penyakit tersebut selama Piala Dunia tetap tergolong rendah.
Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat berakibat fatal bagi individu yang belum mendapatkan vaksinasi.
Meski demikian, para pakar menilai sistem pengawasan kesehatan yang telah disiapkan membuat potensi wabah besar selama turnamen relatif kecil.
Ebola dan Hantavirus Tidak Menjadi Ancaman Utama
Kekhawatiran mengenai penyebaran Ebola juga sempat muncul menyusul wabah yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.
Baca juga: Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026 Tuai Pro dan Kontra, Disebut Ubah Momentum Pertandingan
Namun para ahli menegaskan risiko penyebaran Ebola selama Piala Dunia sangat rendah karena virus tersebut tidak menular semudah influenza atau COVID-19.
“Jika ada kasus impor, pasien dapat segera diidentifikasi dan ditangani dengan prosedur pengendalian infeksi yang ketat,” kata Schaffner.
Selain Ebola, penyakit langka seperti hantavirus juga dinilai tidak memiliki peluang besar untuk menyebar di tengah pertandingan.
Penyakit Pernapasan dan Gigitan Nyamuk Tetap Diwaspadai
Risiko yang lebih realistis justru berasal dari penyakit pernapasan yang umum terjadi pada kerumunan besar.
Dengan jutaan orang berkumpul di stadion, bandara, hotel, dan transportasi umum, virus penyebab flu, pilek, maupun COVID-19 masih berpotensi menyebar.
Selain itu, suporter juga diingatkan untuk mewaspadai gigitan nyamuk, terutama di wilayah beriklim hangat.
Meskipun sebagian besar hanya menimbulkan rasa gatal, beberapa spesies nyamuk dapat membawa penyakit menular.


