Teknologi Digunakan untuk Deteksi Wabah
Otoritas kesehatan di Amerika Serikat dan Kanada menyiapkan berbagai sistem pemantauan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya wabah penyakit selama turnamen berlangsung.
Salah satu metode yang digunakan adalah pengujian air limbah (wastewater surveillance) yang dapat mendeteksi keberadaan virus dan bakteri bahkan sebelum seseorang menunjukkan gejala klinis.
Selain itu, tim kesehatan masyarakat juga memantau media sosial dan percakapan daring guna mendeteksi laporan penyakit yang muncul di sekitar kota-kota penyelenggara.
CDC Keluarkan Panduan untuk Suporter
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention juga telah menerbitkan panduan kesehatan khusus bagi para penggemar sepak bola yang datang ke Piala Dunia.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain memastikan vaksinasi telah lengkap sebelum bepergian, rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri.
Mengonsumsi makanan dan minuman yang aman, membawa obat-obatan pribadi yang diperlukan.
Memantau gejala seperti demam, batuk, diare, atau gangguan kesehatan lainnya setelah menghadiri pertandingan.
Baca juga: Tangis Vozinha Warnai Debut Bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia
Bagi kelompok berisiko tinggi, seperti lansia berusia di atas 65 tahun, penderita penyakit kronis, ibu hamil, dan individu dengan sistem imun lemah, penggunaan masker di area yang padat pengunjung juga dianjurkan.
“Yang terpenting adalah persiapan. Dengan perencanaan yang baik dari seluruh pihak, ajang sebesar Piala Dunia dapat berlangsung aman,” kata Schaffner.
Meski terdapat sejumlah risiko kesehatan, para ahli menegaskan bahwa suporter tidak perlu khawatir berlebihan.
Dengan menerapkan langkah pencegahan sederhana dan mengikuti anjuran kesehatan setempat, pengalaman menyaksikan Piala Dunia 2026 dapat tetap berlangsung aman dan menyenangkan. []


