Labuhanbatu Utara, Opsi.id – Lapak barak narkoba yang berada di Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dibakar petugas kepolisian.
Pembakaran barak narkoba menyusul video viral aksi emak-emak yang mengeruduk lokasi tersebut.
Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto membenarkan pembakaran dan menghancurkan barak narkoba.
Ia menjelaskan, personel Polres Labuhanbatu bersama Polsek Kualuh Hulu langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penindakan.
Hasilnya, bangunan yang diduga digunakan sebagai barak narkoba tersebut dimusnahkan.
“Sudah dibakar tadi malam,” kata Pria yang akrap disapa Didot dalam keterangannya.
Sementara itu, ibu-ibu yang menggeruduk barak narkoba tersebut meminta tidak ada peredaran narkoba di Kelurahan Aek Kanopan.
“Jangan ada lagi barak-barak narkoba demi anak-anak kita. Anak bapak Polisi juga. Kasihan anak-anak bisa menjadi korban,” ucap ibu tersebut dalam keterangan videonya.
Menanggapi pembakaran barak narkoba, Praktisi Hukum Saddan Sitorus Pane menyampaikan bahwa pembakaran dan menghancurkan barak-barak narkoba yang dilakukan Polisi hanya ‘sandiwara hukum’.
“Pembakaran barak narkoba itu hanya sendiwara hukum yang dilakukan Polres Labuhanbatu yang diduga sengaja menghilangkan jejak dan bukti. Kalau Kasatresnarkoba serius seharusnya dilakukan adalah mengungkap siapa pemilik dan pemasok barang haram tersebut,” tegas Saddan.
Ia menilai tidak ada manfaatnya membakar barak-barak narkoba tersebut jika pemiliknya tidak ditangkap.
“Untuk apa Polres Labuhanbatu membakar barak narkoba, sementara bandar dan pengedar bisa mencari lokasi baru lagi. Jangan mencari pencitraan di hadapan publik seolah-olah bekerja merespons keluhan masyarakat. Padahal, semua itu hanyalah bersandiwara,” kata Saddan.
Baca juga: Emak-Emak di Labura Geruduk Barak Narkoba, Temukan Alat Isap Hingga Pria Sedang Sedot Sabu
Ia juga menyinggung soal pembakaran dan menghancurkan barak-barak narkoba adalah gerak cepat Polres Labuhanbatu.
“Jangan bilang gerak cepat. Itu hanya cuma kebohongan publik. Masyarakat di Aek Kanopan sepertinya sudah tidak percaya dengan Polisi, sehingga bertindak sendiri memberantas peredaran narkoba,” pungkasnya. []
Penulis: Rahmat Hidayat


