Jakarta – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, H. Muhammad Idris menyoroti rentetan kecelakaan yang diduga berkaitan dengan lemahnya aspek keselamatan pada proyek konstruksi dan penataan utilitas di Jakarta.
Idris meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui dinas-dinas terkait memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek pembangunan agar kejadian yang merenggut nyawa warga Jakarta, tak terulang di kemudian hari.
Sorotan tersebut muncul setelah dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah insiden yang merenggut korban jiwa. Di antaranya seorang bocah yang meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang di area proyek taman multifungsi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.
Selain itu, publik juga dikejutkan dengan meninggalnya seorang pelajar SMAN 6 Jakarta yang diduga lehernya terjerat kabel utilitas PLN yang menjuntai hingga tersambar bus sekolah. Belum lama ini, seorang wartawan juga dilaporkan mengalami kecelakaan setelah terperosok ke dalam lubang proyek.
Menurut Idris, berbagai peristiwa tersebut menjadi alarm bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan masih perlu dibenahi secara serius.
”Ya, pasti kita sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Harusnya dinas terkait mengawasi betul bagaimana proses pelaksanaan di lapangan,” kata Idris saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menilai setiap proyek konstruksi wajib menerapkan standar keselamatan kerja yang ketat. Area proyek, kata dia, seharusnya dipagari, ditutup dari akses masyarakat, serta dilengkapi rambu-rambu peringatan agar tidak membahayakan warga, terutama anak-anak.
Idris mencontohkan dalam kasus bocah yang terjatuh ke dalam lubang proyek di Manggarai. Menurutnya, apabila area pekerjaan benar-benar diamankan, maka risiko masyarakat masuk ke lokasi konstruksi dapat diminimalisir.
”Pelaksana harus memastikan proyek itu tertutup. Tidak boleh ada warga yang masuk ke wilayah konstruksi karena berbahaya. Kalau pengawasannya berjalan baik dan area proyek tidak terbuka untuk umum, kejadian seperti itu bisa dicegah,” ujarnya.
Politikus NasDem itu juga menyoroti pentingnya kualitas kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh menunjuk kontraktor abal-abal.
Ia meminta proses lelang dilakukan secara selektif dan transparan sehingga hanya perusahaan yang memiliki kompetensi dan rekam jejak baik yang dipercaya mengerjakan proyek.
”Proses lelang harus benar-benar selektif. Pelaksana harus sesuai kemampuan dan aspek keselamatan di lapangan wajib dipenuhi, mulai dari pagar pengaman hingga penutupan area kerja,” katanya.
Menurut Idris, kawasan permukiman padat penduduk memiliki tingkat kerawanan yang tinggi sehingga penerapan standar keselamatan tidak boleh diabaikan.
Ia menekankan, pihak pelaksana harus mampu mengantisipasi berbagai risiko yang dapat membahayakan masyarakat.
Dalam kasus bocah yang meninggal dunia di area proyek, Idris menegaskan vendor pembangunan proyek tidak bisa lepas dari tanggung jawab.
Di sisi lain, ia meminta peristiwa tersebut tidak semata-mata dibebankan kepada orang tua korban.
”Kita tidak bisa langsung menyalahkan orang tua. Yang paling penting, pelaksana pekerjaan harus berpikir jauh ke depan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Selain proyek konstruksi, Idris kembali menyinggung persoalan jaringan utilitas yang semrawut di Jakarta.
Menurut dia, kabel-kabel yang menjuntai masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, sebagaimana terlihat pada kasus meninggalnya pelajar SMAN 6 Jakarta.
Ia mengaku telah berulang kali mengingatkan dinas terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, agar penataan utilitas dilakukan secara menyeluruh dan rapi. Akan tetapi, tidak hanya di jalan-jalan utama yang dipercantik seperti HR Rasuna Said.
”Jangan hanya yang terlihat di jalan raya dibuat bagus. Gang-gang kecil dan kawasan permukiman padat juga wajib ditata. Kalau masih terjadi kejadian seperti ini, tentu menjadi koreksi bagi kita semua,” katanya.
Sebagai anggota Komisi D yang membidangi pembangunan dan infrastruktur wilayah Jakarta, Idris memastikan akan terus mengawasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar aspek keselamatan menjadi prioritas dalam setiap pembangunan.
Ia berharap seluruh proyek infrastruktur maupun penataan utilitas di Jakarta dilaksanakan dengan memperhatikan standar keamanan dan keselamatan sehingga tidak lagi memakan korban jiwa.
”Saya akan terus mengawasi kinerja dinas-dinas terkait agar pembangunan dan penataan utilitas dapat berjalan rapi, aman, bersih, serta sesuai harapan warga Jakarta. Kalau tidak, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat luas,” kata H. Muhammad Idris. []
