Tanjungbalai, Opsi.id – Tepat hari ini, 23 Juli diperingati Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 di seluruh Indonesia.
Di tengah perayaan Hari Anak Nasional, menyuguhkan sebuah potret suram terjadi di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Di mana, seorang pelajar kelas VI SD menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh pasangan suami istri.
Korban merupakan anak yatim piatu, sedangkan kedua pelaku berinisial AIK dan D.
Pelaku AIK tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) paruh waktu Pemko Tanjungbalai.
Peristiwa pencabulan yang diduga dilakukan pasangan suami istri tersebut dibenarkan oleh seketaris desa setempat AAS.
Baca juga: Maman Imanulhaq: Lembaga Pendidikan Agama Jangan Jadi Tempat Aman bagi Pelaku Kekerasan Seksual
Ia mengungkapkan, terbongkarnya kasus ini berawal korban merasa sakit-sakitan di area duburnya.
“Anak ini terlihat merasakan sakit-sakitan. Kemudian ditanya oleh nenek angkatnya apa yang terjadi. Korban mengaku bahwa telah mengalami kekerasan seksual dilakukan terduga pelaku,” ungkap AAS, Kamis (23/7/2026).
Mendengar pengakuan dari korban, kerabat keluarga melaporkan ke Polres Tanjungbalai guna proses hukum lanjutan.
“Laporan korban sudah berjalan selama dua bulan, namun tidak mendapatkan respons dari pihak kepolisian. Hal itu dikuatkan dari keterangan wali murid yang melihat oknum guru diduga sebagai pelaku masih tetap mengajar di sekolah tempat mengajarnya,” kata AAS.
Mengetahui oknum guru masih melakukan aktivitas belajar mengajar tanpa adanya proses hukum lanjutan memicu kemarahan masyarakat.
Baca juga: Lindungi Generasi Penerus, Kapolda Sulbar Dorong Sinergi Cegah Kekerasan dan Perkawinan Anak
“Ratusan massa datang menggeruduk rumah terduga para pelaku sebagai bentuk kemurkaan terhadap perbuatan pasangan suami istri tersebut. Karena situasi di lokasi semakin memanas petugas kepolisian yang datang langsung mengamankan mereka,” katanya.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri, yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut menyatakan bahwa kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan.
“Masih diperiksa,” kata Welman lewat pesan aplikasi WhatsApp. []
Penulis: Rahmat Hidayat


