BALIGE, Opsi.id – Seorang remaja berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia mengapung di tepi Pantai Danau Toba.
Tepatnya di depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro, Jalan Pemandian, Kelurahan Sangkar Nihuta, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga melalui Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan membenarkan peristiwa tersebut.
Korban diketahui bernama Levran Monang Sitanggang (18), seorang pelajar yang merupakan warga Jalan C. Simanjuntak, Onan Raja, Kelurahan Balige III, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.
Penemuan jasad korban bermula saat seorang warga berinisial JFT (13) bersama dua rekannya, MRH (17) dan BDS, hendak berenang di lokasi tersebut sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat berada di sekitar dermaga, mereka melihat tubuh seorang laki-laki mengapung dalam posisi berdiri menghadap dermaga.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Balige.
Seorang warga, Maradong Napitupulu (44), kemudian menarik jasad korban ke tepi pantai sebelum petugas tiba di lokasi.
Menurut keterangan Maradong, korban dikenal sering berenang sendirian di kawasan tersebut.
Ia juga menyebut korban kerap berteriak saat berenang dan jarang ditemani teman.
Ibu korban, Osta boru Manurung, menjelaskan anaknya meninggalkan rumah pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 04.45 WIB dengan alasan berolahraga pagi.
Baca juga: Warga Kalimantan Utara Tenggelam di Danau Toba
Korban memang memiliki kebiasaan berenang di beberapa titik di kawasan Danau Toba, termasuk di depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro, Venue Balige, dan Lumban Bulbul.
Pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WIB, keluarga mencari keberadaan korban dan menemukan sepasang sepatu, jaket, serta telepon genggam milik korban di sekitar lokasi pantai.
Namun, korban tidak ditemukan hingga keesokan harinya. Keluarga diketahui tidak sempat melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian.
Dalam keterangannya kepada polisi, ibu korban juga menyampaikan bahwa sejak 2022 anaknya menjalani konsultasi rutin dengan dokter psikiater di RSUD Porsea.
Korban juga disebut sempat bersekolah di salah satu SMA Negeri di Balige, namun tidak menyelesaikan pendidikannya.
Baca juga: Widodo Tambunan Tenggelam di Danau Toba Kedalaman 30 Meter
Petugas Polsek Balige kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa celana trening biru dan celana dalam korban, serta membawa jenazah ke RSUD Porsea untuk pemeriksaan luar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban dinyatakan meninggal dunia akibat sesak napas karena tenggelam.
Polisi memastikan tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan di tubuh korban.
Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan tersebut dan menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. []
Penulis: Andrey Simatupang


