Jakarta – Untuk pertama kalinya publik dan media menyaksikan penampilan langsung lagu terbaru berjudul “Cahaya Hati”, persembahan iForte dan Protelindo Group. Lagu ini akan menjadi bagian integral dari tema Hikayat Srikandi Nusantara dalam Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya tahun 2026.
Penampilan perdana tersebut dibawakan oleh Raisa dalam sesi latihan musik terbuka di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, sebagai bagian dari persiapan menuju pertunjukan utama yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.
Sesi latihan ini tidak hanya menampilkan “Cahaya Hati”, tetapi juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai arah musikal Hikayat Srikandi Nusantara. Media diperlihatkan bagaimana aransemen orkestra, paduan suara, serta kolaborasi dengan 50 alat musik tradisional akan berpadu untuk mengiringi perjalanan cerita sepanjang pertunjukan.
Selain Raisa, latihan musik turut melibatkan Yura Yunita, PADI Reborn, Eross Candra, Joey Penny, Yuyun Arfah, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, Alicia Hartono, Galabby, serta ratusan musisi dan anggota paduan suara.
Di bawah arahan Komposer dan Pengarah Musik Elwin Hendrijanto serta Konduktor Avip Priatna, musik pop, orkestra, paduan suara, dan instrumen tradisional Indonesia dipadukan menjadi satu kesatuan musikal yang menghidupkan cerita Hikayat Srikandi Nusantara.
Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group, F. Aming Santoso, menegaskan pentingnya musik dalam membangun pengalaman pertunjukan.
“Musik memiliki kemampuan menyampaikan emosi bahkan sebelum sebuah dialog dimulai. Karena itu, setiap tahun, kualitas musikal Pagelaran Sabang Merauke semakin kreatif, kaya dan menjadi ajang kolaborasi untuk para seniman dan pelaku industri kreatif,” katanya.
“Tahun ini, iForte dan Protelindo Group mempersembahkan lagu baru ‘Cahaya Hati’ yang akan memperkuat cerita dalam pertunjukan kolosal spektakuler Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara,” ujar Aming.
Produksi tahun ini melibatkan sekitar 1.700 orang, termasuk 387 penari dari Sabang sampai Merauke yang akan menarikan 104 koreografi karya 11 tim koreografer.
Selain itu, terdapat 15 penyanyi nasional beserta 1 grup band, para musisi tradisional dengan 50 alat musik Nusantara, 119 anggota paduan suara kelas dunia, serta 60 musisi orkestra yang akan memainkan 28 lagu daerah dan nasional.
Pagelaran juga melibatkan sanggar busana dari seluruh Indonesia dan 16 desainer ternama yang menyiapkan lebih dari 1.500 kostum tradisional, kontemporer, dan etnik Nusantara.
Vice President Director & Deputy CEO iForte sekaligus penulis lirik “Cahaya Hati”, Silvi Liswanda, menjelaskan proses kreatif lagu ini.
“Lagu ini lahir dari semangat keberanian, keteguhan hati, cinta dan pengorbanan, harapan, serta sinergi yang mana pada Pagelaran ini ada di sosok Srikandi-Srikandi Nusantara,” katanya.
“Harapannya, siapa pun dapat menikmati lagu ini sebagai sebuah karya yang menyemangati dan menginspirasi, dan ketika menyaksikan pertunjukannya nanti, penonton dapat merasakan makna yang lebih utuh,” ucapnya.
Komposisi musik “Cahaya Hati” digarap oleh Eross Candra dengan pendekatan yang memadukan karakter musik populer dan nuansa musikal Nusantara.
“Cahaya Hati dibuat di tengah proses pengembangan cerita Hikayat Srikandi Nusantara. Sejak awal kami berdiskusi bersama tim kreatif mengenai karakter, emosi, dan perjalanan yang ingin dibangun di atas panggung. Karena itu, musiknya ikut bertumbuh bersama cerita,”ucap Eross Candra.
“Tantangan itulah yang membuat proses kreatif lagu ini berbeda dibandingkan ketika menciptakan sebuah single,” tuturnya.
Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Elwin Hendrijanto sebagai Komposer & Penata Musik, yang merancang lanskap musikal pertunjukan melalui perpaduan orkestra, paduan suara, musik pop, serta instrumen tradisional Indonesia.
Musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring adegan, tetapi juga sebagai penghubung emosi yang menyatukan setiap babak dalam Hikayat Srikandi Nusantara.
Selain “Cahaya Hati”, penonton juga akan mendengarkan sejumlah karya musik lain seperti “Inspirasi Diri & Lantunan Satu Bangsa” serta “Maha Dewi”, yang diaransemen ulang sesuai konsep musikal Pagelaran Sabang Merauke.
Raisa, yang akan memerankan Srikandi, mengungkapkan pengalamannya membawakan “Cahaya Hati” secara langsung.
“Hari ini menjadi momen pertama aku membawakan Cahaya Hati di depan publik. Uniknya, aku rekaman lagu Cahaya Hati ini sebelum aku latihan jadi Srikandi,” kata Raisa.
“Pada saat rekaman masih ngebayangin aja, nah saat tadi kita ngebawain secara live, setelah aku melalui proses latihan di Yogjakarta, itu rasanya beda banget. Aku ngerasa lagu Cahaya Hati ini memang corenya Srikandi, tempatnya dia membagikan semangat ke pasukannya maupun semangat ke para penonton,” tuturnya.
Sesi latihan musik ini menandai bahwa keseluruhan proses kreatif Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara memasuki tahap akhir. Berbagai karya musik yang akan mengiringi perjalanan cerita kini mulai menemukan bentuk utuhnya, sebelum dipadukan dengan koreografi, tata panggung, tata cahaya, kostum, dan elemen artistik lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Piyu dan Yoyo dari PADI Reborn juga membagikan pengalaman mereka.
“Yang menarik adalah ketika pertama kali kami yang biasanya membawakan lagu-lagu PADI seperti biasa, kemudian lagu tersebut dibalut dengan orkestra dan musik tradisional. Rasanya jadi memiliki dimensi yang baru. Kami yang punya lagunya saja ikut takjub karena ternyata lagu ini bisa terdengar lebih indah, apalagi ketika ditampilkan dalam sebuah pertunjukan teatrikal,” ungkap mereka.
Dengan skala produksi yang melibatkan ribuan seniman, musisi, penari, dan desainer, Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya tahun ini dipastikan menjadi salah satu pertunjukan seni terbesar di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang tiada duanya. []

