Medan — Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution memberi perhatian terhadap kondisi Febiona Purba (16), siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bobby mengatakan kondisi Febiona saat ini masih dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswi tersebut.
Kondisi Febiona Masih Dipantau
Bobby menyebut pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi fisik Febiona. Tim medis juga akan melihat kemungkinan adanya gangguan pada saraf maupun faktor kesehatan lainnya.
“Barusan juga kita minta laporan terkait kasus tersebut. Ini masih terjadi pemantauan baik secara psikis. Medisnya juga, apakah memang yang pasti ada terjadi gangguan,” ujar Bobby kepada wartawan.
Menurutnya, hasil pemeriksaan diperlukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Sebab, penyebab gangguan yang dialami Febiona masih harus dipastikan melalui pemeriksaan medis.
“Nanti gangguan di sini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari otonomnya atau sarafnya atau yang lainnya,” ucap Bobby.
Febiona Juga Akan Diperiksa Secara Psikologis
Selain pemeriksaan medis, Febiona juga akan menjalani pemeriksaan psikologis. Bobby mengatakan kondisi mental pasien juga perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, pengalaman setelah mengalami dugaan keracunan dapat menimbulkan trauma. Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melihat kondisi fisik.
“Dan kita rekomendasikan dari psikologinya juga. Kita enggak bisa nilai traumatis seseorang itu setelah keracunan itu apakah dia ada trauma atau segala macam. Ini juga kita ikut periksa. Nanti seluruhnya bukan hanya sakit medis tapi yang lain juga tetap kita periksa,” jelasnya.
Penanganan Febiona Dipindahkan ke RSUP H Adam Malik
Bobby menjelaskan, sebelumnya Febiona telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Medan terkait dugaan keracunan yang dialaminya.
Namun, untuk pemeriksaan dan penanganan lanjutan, Febiona kemudian dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan.
“Hari ini baru ada penindaklanjutannya. Dari kemarin kan di rumah sakit kami untuk medisnya, penanganan keracunannya. Nah setelah itu, penanganan lanjutannya dilimpahkan kepada Rumah Sakit Adam Malik,” kata Bobby.
Sebelumnya, keluarga Febiona menyebut kondisi siswi kelas XI tersebut menurun setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah pada 13 Agustus 2026.
Febiona disebut mengalami kejang berulang, kesulitan berbicara, hingga gangguan ingatan. Keluarga berharap Febiona segera mendapatkan penanganan yang tepat agar dapat kembali beraktivitas dan melanjutkan sekolah.
Pemerintah Provinsi Sumatra Utara masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis untuk mengetahui penyebab pasti kondisi yang dialami Febiona.[]


