Pelaku Tabrak Lari Ibu dan Balita Masih Misterius, Keluarga Pertanyakan Progres Polisi Padahal CCTV Bertebaran

‎Jakarta – Kasus tabrak lari yang menimpa ibu dan balita di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Minggu, 23 Agustus 2026 hingga kini belum menemukan titik terang.

‎Korban yang diketahui bernama Melly (29) dan putrinya berusia 1,8 tahun, dihantam motor dari belakang hingga terpental jauh, menurut saksi mata setempat.

‎Terdapat sejumlah kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian dan seharusnya pihak kepolisian memiliki cara yang lebih detail untuk menangkap pelaku, tanpa hanya mengandalkan kamera pengawas.

‎“Ibu itu terpental sambil peluk anaknya. Makanya yang parah itu ibunya berdarah semua. Langsung dibawa ke RS Sari Asih, terdekat. Luka sekujur tubuh hingga dahinya harus dijahit,” ujar warga setempat yang sempat melihat kejadian di TKP dikutip dari rilis pers, Rabu, 9 September 2026.

‎Pihak keluarga korban merasa kecewa, dan mempertanyakan kinerja Unit Laka Polres Metro Tangerang Kota yang telah memiliki anggaran dari negara untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, namun dianggap tidak maksimal dalam pengungkapan kasus.

‎“Atau mungkin kalau yang ditabrak lari anak Wali Kota Tangerang, baru cepat mungkin ya progres-nya. Ini sama sekali tidak ada perkembangannya,” ujar salah satu keluarga korban, Akbar.

‎“Ini korbannya seorang ibu dan anak balita lho. Keluarga korban tidak menuntut macam-macam. Cuma mau tahu siapa yang tega melihat seorang ibu dan anak bayi terkapar, ditinggal kabur,” ungkapnya.

‎Sehingga, tak hanya keluarga, namun warga pun mempertanyakan sejauh mana polisi menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi kendaraan maupun pelaku yang diduga melarikan diri setelah kejadian.

‎Bagi keluarga dan sebagian masyarakat, keberadaan CCTV seharusnya bisa menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap kasus tersebut.

‎“Kejadian ini sudah hampir 3 minggu belum juga ada titik terang. Padahal kalau polisi hanya mengandalkan CCTV, kamera pengawas tidak hanya berada tepat di titik kejadian, tetapi juga disebut terdapat sebelum dan setelah lokasi,” ujar Agus, kakak korban.

‎Keluarga pun berharap polisi tidak hanya mengumpulkan rekaman, tetapi menelusurinya secara menyeluruh untuk menemukan arah pergerakan kendaraan pelaku.

‎“Gimana belum ada CCTV. Memang polisi zaman dulu kalau melacak orang pakai CCTV. Jadi enggak itu jangan jadi alasan,” ucapnya.

‎Sementara itu, Kanit Laka Polres Kota Tangerang AKP Badruzzaman memastikan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

‎“Masih lidik. CCTV nya begitu. Kampung situ aja enggak ada petunjuk ya. Lagi pelajari CCTV, tapi kameranya dari samping,” ujar Badruz.

‎Menurutnya, petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan rekaman CCTV yang tersedia. Namun, rekaman yang diperoleh belum memberikan petunjuk yang cukup untuk mengungkap identitas pelaku.

‎“CCTV begitu. Kita ke TKP sudah dikumpulkan. Kami masih belum berhasil,” katanya.

‎Ia menyebut salah satu rekaman yang diperiksa hanya memperlihatkan kendaraan dari sisi samping.

‎”CCTV yang menyoroti hanya dari Showroom Vespa itu saja, dari samping,” ujarnya.

‎Meski begitu, polisi mengakui masih terdapat CCTV lain yang berada sebelum maupun setelah titik kejadian.

“Kalau CCTV dari sebelum dan setelah TKP masih ada CCTV,” katanya.

‎Polisi menegaskan proses penyelidikan masih berjalan. Hingga kini, belum ada hasil mengenai identitas ataupun keberadaan pelaku.

“Ya, gimana, masih penyelidikan,” ucapnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Wali Sampaikan Doa untuk Korban Karhutla dan Rakyat Palestina di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2026...

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung seni dan hiburan tanah air kembali...

Bupati Tolikara dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

TOLIKARA, Opsi.id  – Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama...

‎Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Guru Besar ITPLN: Transisi Energi Jadi Ujian Besar

‎Jakarta — Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof....

Berita Terbaru

Popular Categories