- Pemerintah membentuk tim lintas kementerian untuk mengkaji ulang buku pelajaran SD hingga SMA.
- Fokus pembenahan mencakup nasionalisme, matematika, bahasa Inggris, hingga penguatan budaya membaca.
JAKARTA, Opsi.id – Pemerintah mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap buku pelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah Indonesia.
Langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembenahan materi ajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden meminta pemerintah mempelajari sekaligus membandingkan buku-buku pelajaran Indonesia dengan buku ajar dari sejumlah negara sahabat di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste.
Kajian tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas materi maupun penyajian buku yang digunakan negara-negara lain.
Untuk melaksanakan arahan tersebut, pemerintah telah membentuk tim gabungan yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim itu kini tengah menyusun konsep penyempurnaan buku ajar nasional.
Menurut Prasetyo, Presiden menilai pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan bangsa sehingga investasi tidak hanya dilakukan pada infrastruktur pendidikan dan kualitas tenaga pengajar, tetapi juga terhadap mutu buku pelajaran yang digunakan peserta didik.
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan buku dalam format digital yang dapat diunduh dan diintegrasikan dengan perangkat pembelajaran interaktif di sekolah.


