Dalam evaluasi tersebut, terdapat tiga perhatian utama Presiden, yakni penguatan materi nasionalisme dan kebangsaan, peningkatan kualitas pembelajaran matematika, serta penyempurnaan materi bahasa Inggris agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik Indonesia dalam menghadapi persaingan global.
Pemerintah menegaskan proses tersebut bukan untuk menyamakan kurikulum Indonesia dengan negara lain, melainkan mengambil praktik terbaik guna meningkatkan kualitas isi dan tampilan buku pelajaran nasional.
Target awal penyelesaian sebenarnya diharapkan pada tahun ajaran ini, namun pemerintah meminta tambahan waktu sehingga diharapkan rampung pada akhir tahun atau paling lambat tahun ajaran berikutnya.
Selain merevisi buku pelajaran, pemerintah juga akan membagikan buku latihan menulis bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD.
Buku tersebut dirancang dengan huruf dan garis berukuran lebih besar serta dilengkapi ilustrasi agar menarik bagi anak-anak.
Program ini diharapkan dapat melatih kemampuan menulis tangan, mengurangi ketergantungan terhadap gawai, sekaligus memperkuat daya ingat dan kepercayaan diri siswa.
Prasetyo juga mengungkapkan Presiden Prabowo ingin kembali menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.
Salah satu inspirasi berasal dari kebiasaan membaca yang diterapkan dalam keluarga Presiden, di mana anak-anak diwajibkan membaca sejumlah buku setiap pekan dan membuat rangkuman untuk dipresentasikan kepada orang tua.
Pemerintah berencana menggalakkan kembali gerakan gemar membaca melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menambahkan, pembaruan buku pelajaran juga mencakup peningkatan kualitas bahan cetak agar lebih awet, ukuran huruf yang lebih mudah dibaca, serta penyempurnaan materi sejarah guna memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman generasi muda terhadap perjalanan bangsa Indonesia. []
Baca juga: Resensi Buku: Diplomasi Soekarno dan Tantangan Presidensi G20
Baca juga: BEM Nusantara Bersama Himaboda Bagikan 100 Buku untuk SD Distrik Arso Keerom Papua
Baca juga: Dibuka Wakil Bupati Toba, Balige Writers Festival 2026 Perkuat Literasi, Sastra, dan Budaya Menulis


