Pramono Anung Optimis LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Beroperasi Agustus 2026, Progres Terkini 98 Persen

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis LRT Jakarta Fase 1B trase Velodrome-Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Saat ini, kesiapan proyek tersebut telah mencapai 97,99 persen atau nyaris menyentuh 98 persen.

“Saya melakukan pengecekan LRT Jakarta. Supaya diketahui, LRT itu ada dua, LRT Jakarta dan Jabodebek. Namun, ini LRT Jakarta yang panjangnya 12,2 kilometer dengan investasi sebesar Rp 12,1 triliun, berhenti di 11 titik dan semuanya sudah siap untuk dioperasikan,” kata Pramono Anung kepada wartawan di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dikutip Jumat, 14 Agustus 2026.

Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) itu menjelaskan, pekerjaan yang masih tersisa saat ini adalah persinyalan kereta di beberapa titik. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada 20 Agustus 2026.

“Kalau ditanya berapa kesiapan secara keseluruhan? Sekarang ini sudah di angka 97,99 persen. Jadi hampir 98 persen. Nah, apa yang kurang? Yaitu hanya persinyalan (kereta) di beberapa titik, tapi akan selesai di 20 Agustus ini,” tuturnya.

Berkenaan dengan rencana peresmian LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai, Pramono berharap dapat dilakukan pada Agustus 2026 ini. Namun, tanggal peresmian masih dalam tahap finalisasi dan akan disampaikan oleh pihak Kepresidenan Republik Indonesia (RI).

“Saya sungguh berharap bisa diresmikan pada bulan Agustus, karena memang sudah siap. Ini akan memberikan banyak kemudahan bagi warga Jakarta maupun sekitar Jakarta yang akan menggunakan fasilitas yang ada, baik itu LRT Jakarta, KRL maupun tempat ini yang ada di Manggarai,” kata Pramono.

LRT Jakarta Bakal Tersambung Sampai Dukuh Atas, Rampung Tahun 2028

Pramono menerangkan, pembangunan LRT Jakarta akan menghubungkan sejumlah wilayah di Jakarta, mulai Jakarta Utara, Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan. Jalur tersebut nantinya akan diperpanjang hingga Dukuh Atas di Jakarta Pusat.

Pramono mengatakan pembangunan perpanjangan jalur hingga Dukuh Atas atau Fase 1C akan dimulai pada 2027. Anggaran untuk proyek tersebut telah tersedia dan ditargetkan rampung pada Agustus 2028.

“Untuk penyelesaian trase ini, saya sudah berdiskusi dengan asisten keuangan bu Eli dan dengan Jakarta Propertindo (Jakpro), kita akan mulai tahun depan. Ini dananya sudah tersedia dan diharapkan selesai pada Agustus 2028,” ucapnya.

Pramono memperkirakan jumlah penumpang LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada tahap awal mencapai sekitar 60.000 orang. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 80.000 orang saat operasional telah berjalan normal.

LRT Jakarta juga akan beroperasi dengan waktu layanan yang sama, seperti KRL, yakni mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Kereta LRT Jakarta. Foto: Jakpro.

LRT Jakarta Diproyeksi Tersambung hingga JIS dan Stasiun Whoosh

Pramono pun mengaku merencanakan pengembangan konektivitas LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jakarta International Stadium (JIS), serta koneksi dari Velodrome menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.

“Sehingga dengan demikian kalau itu semua terjadi, kecuali mungkin penyelesaian untuk MRT dari barat ke timur, dan kalau itu sudah dilakukan saya yakin penggunaan transportasi umum di Jakarta akan meningkat secara signifikan,” tuturnya.

Menurut Pramono, penggunaan transportasi umum di Jakarta telah meningkat hampir 15% berdasarkan data terakhir pada bulan sebelumnya.

Rencana Integrasi LRT Jakarta dengan Kereta Bandara dan KRL Manggarai

Selain itu, Pramono berencana membahas dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait rencana integrasi layanan kereta bandara yang dapat diintegrasikan dari Stasiun KRL Manggarai menuju Stasiun LRT Jakarta Manggarai.

“Kalau kereta bandara bisa dimulai juga dari Manggarai, jadi dari Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta enggak perlu orang berpindah. Namun, dari Manggarai bisa langsung ke BNI City dan bisa langsung ke bandara, dan itu akan sangat membantu,” ucapnya.

Menurut Pramono, Stasiun KRL Manggarai saat ini melayani sekitar 1,8 juta pelanggan per hari. Dengan adanya konektivitas LRT Jakarta, kawasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu hub transportasi baru di Jakarta selain Dukuh Atas.

Pramono menekankan, kawasan Manggarai nantinya juga akan dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD).

“Nanti di tempat ini, baik dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah Jakarta, atau swasta, akan dibangun TOD-TOD baru,” katanya.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro Iwan Takwin mengatakan pihaknya menyiapkan fasilitas stasiun untuk mendukung integrasi antarmoda sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik.

“Target kami adalah memberikan fasilitas modern yang nyaman sehingga itu bisa mengubah budaya. Jadi tidak hanya membangun infrastrukturnya, tetapi membangun masyarakatnya, perilakunya juga akan berubah karena mereka menikmati dan nyaman,” kata Iwan.

Jakpro juga berkoordinasi dengan PT KAI untuk menyiapkan koneksi langsung antara LRT dan KRL di kawasan Manggarai agar perpindahan penumpang dapat berlangsung lebih praktis.

“Orang, penduduk, warga, atau penumpang dari KRL pindah ke LRT, LRT ke KRL, itu tidak perlu turun ke bawah, bisa langsung terkoneksi dengan KAI. Jadi mobilisasinya akan lebih nyaman nantinya,” ujarnya.

Direktur Utama LRT Jakarta Roberto Akyuwen menyampaikan kehadiran Stasiun LRT Jakarta di Manggarai ditujukan untuk memberikan fasilitas transportasi yang modern dan nyaman bagi masyarakat.

“Dengan hadirnya stasiun (LRT Jakarta) Manggarai di sini, tentunya target kami memberikan fasilitas modern yang nyaman sehingga itu bisa merubah budaya. Jadi tidak hanya membangun infrastrukturnya, tapi membangun masyarakatnya juga, perilakunya juga akan berubah,” kata Roberto.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai akan diresmikan pada 26 Agustus 2026. Oleh karenanya, masyarakat di Jakarta Selatan dapat mengakses transportasi ini menuju Kelapa Gading, Jakarta Utara.

LRT Jakarta Fase 1B merupakan perpanjangan jalur dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Manggarai. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 6,4 km dengan lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Setelah tersambung dengan lintas yang telah beroperasi dari Pegangsaan Dua hingga Velodrome, total panjang lintasan LRT Jakarta mencapai sekitar 12,2 km. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

TARR! Luncurkan Album Penuh Pertama BERANTAKAN

Jakarta - Unit punk rock asal Purwokerto, TARR!, kembali...

Band Punk Okay Okay Resmi Rilis Album Debut Penuh Energi

Jakarta - Grup band pop punk asal Tangerang, Okay...

Kejagung Tetapkan 2 Pegawai Ditjen Pajak Tersangka Korupsi Transfer Pricing PT TPL

JAKARTA, Opsi.id  — Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua pegawai...

Kebakaran Bapenda Jadi Alarm, Komisi D DKI Dorong Audit Keselamatan Gedung

Jakarta – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke...

Berita Terbaru

Popular Categories