Kayu Manis Dicampur Kopi Disebut Ampuh Turunkan Berat Badan, Benarkah?

JAKARTA, Opsi.id  – Tren menambahkan bubuk kayu manis ke dalam kopi ramai di media sosial, khususnya TikTok.

Campuran tersebut diklaim dapat membantu membakar lemak tubuh dan menurunkan berat badan hanya dengan rutin diminum selama satu minggu.

Dalam tren tersebut, pengguna media sosial dianjurkan menambahkan sekitar satu sendok teh kayu manis ke dalam secangkir kopi setiap hari.

Pertanyaannya, apakah benar kopi yang dicampur kayu manis bisa menjadi minuman pembakar lemak?

Ahli Nutrisi sekaligus Program Director of Nutrition and Food Sciences dari University of South Australia, Evangeline Mantzioris, menjelaskan bahwa kayu manis memang telah diteliti terkait berat badan dan lingkar pinggang.

Namun, hasil penelitian menunjukkan efeknya sangat kecil. Bahkan, belum ada dasar ilmiah yang cukup untuk menyimpulkan bahwa menambahkan kayu manis ke kopi selama satu minggu dapat membakar lemak secara signifikan.

Penelitian Menunjukkan Efek Kecil

Sejumlah uji klinis dan tinjauan ilmiah telah meneliti pengaruh konsumsi kayu manis terhadap berat badan dan lingkar pinggang.

Salah satu tinjauan terhadap 35 studi menemukan bahwa konsumsi kayu manis kurang dari 1,5 gram per hari, atau sekitar setengah sendok teh, dikaitkan dengan penurunan lingkar pinggang sekitar 1,68 sentimeter.

Namun, konsumsi lebih dari 1,5 gram per hari justru tidak menunjukkan efek signifikan terhadap lingkar pinggang.

Sementara itu, meta-analisis terhadap 21 uji klinis yang melibatkan 1.480 peserta menemukan konsumsi kayu manis berkaitan dengan penurunan indeks massa tubuh (IMT) sekitar 0,40 kg/m² dan berat badan sekitar 0,92 kilogram.

Meski demikian, penelitian tersebut tidak menemukan perubahan pada komposisi lemak tubuh maupun massa otot.

Artinya, penurunan berat badan yang terlihat dalam penelitian tidak serta-merta berarti terjadi pembakaran lemak dalam jumlah besar.

Turun Berat Badan Kurang dari 1 Kilogram

Tinjauan payung atau umbrella review yang mencakup berbagai meta-analisis juga memberikan hasil yang relatif sama.

Rata-rata peserta penelitian mengalami penurunan berat badan sekitar 0,67 kilogram dan penurunan IMT sekitar 0,45 kg/m².

Efek tersebut dinilai sangat kecil.

Selain itu, penelitian dilakukan dalam rentang waktu sekitar dua hingga enam bulan, bukan hanya tujuh hari seperti klaim yang ramai beredar di media sosial.

Karena itu, klaim bahwa minum kopi dengan satu sendok teh kayu manis selama seminggu dapat membuat lemak tubuh terbakar secara signifikan tidak didukung oleh hasil penelitian tersebut.

Penelitiannya Bukan Menggunakan Kayu Manis Sachet Biasa

Ada hal lain yang perlu diperhatikan.

Berbagai penelitian yang dianalisis menggunakan produk kayu manis dalam bentuk dan dosis yang berbeda-beda.

Suplemen yang digunakan berkisar dari ekstrak hingga bubuk, dengan dosis antara 0,36 gram sampai 10 gram per hari.

Artinya, hasil penelitian tersebut tidak secara langsung dapat disamakan dengan kebiasaan menaburkan kayu manis komersial yang dibeli dari toko atau supermarket ke dalam secangkir kopi.

Selain itu, para peserta penelitian memiliki kondisi kesehatan yang beragam dan mayoritas berasal dari kawasan Timur Tengah serta anak benua India.

Karena itu, hasil penelitian tersebut belum tentu memberikan efek yang sama apabila diterapkan pada populasi lain.

Mengapa Kayu Manis Diduga Bisa Berpengaruh?

Meski efeknya kecil, para ahli menemukan beberapa kemungkinan mekanisme yang membuat kayu manis berpotensi memengaruhi berat badan.

  1. Membantu kerja insulin

Kayu manis diduga dapat membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh dengan lebih efisien.

Mekanisme tersebut berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus membuat hormon insulin bekerja lebih efektif.

  1. Membantu penguraian lemak

Kayu manis juga diduga memiliki mekanisme yang dapat membantu proses pemecahan lemak ketika tubuh membutuhkan energi.

Namun, mekanisme tersebut tidak berarti bahwa konsumsi kayu manis otomatis menyebabkan pembakaran lemak dalam jumlah besar.

  1. Membuat kenyang lebih lama

Kayu manis diduga dapat memperlambat proses pengosongan makanan dari lambung menuju usus halus.

Kondisi tersebut berpotensi membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga secara tidak langsung dapat membantu mengendalikan asupan makanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

SIMAKDIALOG Rilis Album Fisik 1995 Bareng Demajors

Jakarta - Kolektif musik jazz kontemporer legendaris, SIMAKDIALOG, kembali...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Wali Sampaikan Doa untuk Korban Karhutla dan Rakyat Palestina di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2026...

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung seni dan hiburan tanah air kembali...

Bupati Tolikara dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

TOLIKARA, Opsi.id  – Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama...

‎Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Guru Besar ITPLN: Transisi Energi Jadi Ujian Besar

‎Jakarta — Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof....

Berita Terbaru

Popular Categories