JAKARTA, Opsi.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tetap 111 jiwa hingga Sabtu (29/8/2026).
Tidak ada penambahan korban meninggal yang ditemukan dalam dua hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pihaknya berharap tidak ada lagi korban jiwa yang ditemukan dalam proses penanganan bencana.
“Untuk hari ini sama seperti kemarin, tidak ada penambahan korban meninggal yang kami temukan. Kami tetap berdoa agar tidak ada lagi korban-korban lain yang ditemukan,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Sabtu.
Dari total 111 korban meninggal, mayoritas merupakan perempuan dengan proporsi 56,4 persen.
Berdasarkan kelompok usia, korban meninggal paling banyak berasal dari kelompok lanjut usia atau lansia, yakni sekitar 45 persen.
Pengungsi Bertambah 16.394 Orang
Di tengah tidak adanya penambahan korban jiwa, jumlah pengungsi justru mengalami peningkatan.
BNPB mencatat jumlah pengungsi bertambah 16.394 orang setelah dilakukan validasi data di lapangan. Lonjakan terbesar terjadi di Kabupaten Ngada.
Data pengungsi di Ngada yang sebelumnya tercatat sebanyak 3.259 orang kini menjadi 21.552 orang.
BNPB menjelaskan perubahan tersebut terjadi karena data sebelumnya dinilai belum diperbarui dan perlu dilakukan validasi.
Dengan pembaruan tersebut, total pengungsi di tujuh wilayah terdampak mencapai sekitar 192.303 orang.
Bantuan 22 Ton Disalurkan ke Maumere
BNPB juga melaporkan distribusi bantuan untuk masyarakat terdampak gempa.
Pada Sabtu, bantuan yang masuk tercatat sekitar 5 ton, sementara bantuan yang didistribusikan mencapai 22 ton.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dalam satu kali penerbangan menuju Maumere.
Berton menjelaskan, jumlah distribusi bantuan yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya terjadi karena selama sekitar dua pekan terakhir pengiriman bantuan telah dilakukan secara terus-menerus melalui sejumlah jalur.
Selain melalui udara, bantuan juga dikirim melalui jalur darat dan laut, termasuk dari Jakarta menuju Surabaya sebelum diteruskan ke wilayah terdampak.
BNPB memastikan kebutuhan para pengungsi tetap diperhitungkan meskipun jumlah bantuan yang dikirim melalui jalur udara pada hari tersebut lebih sedikit.
Hingga kini, pemerintah masih melakukan penanganan dan pemutakhiran data di wilayah terdampak gempa NTT, termasuk memastikan kebutuhan pengungsi serta distribusi bantuan tetap berjalan. []
Baca juga: Gempa NTT Belum Berhenti, BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan dan 87 Korban Meninggal
Baca juga: Pelindo-Pelni Kirim Bantuan Korban Gempa NTT dari Pelabuhan Makassar


