Jakarta – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana meminta kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran yang belakangan ini kerap melanda permukiman warga.
William pun menyoroti kejadian-kejadian kebakaran beruntun selama beberapa waktu ke belakangan ini, mulai dari kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta, indekos, rumah warga, sampai dengan kebakaran rumput ilalang dan sampah.
Menurut dia, berbagai faktor mulai dari risiko musim kemarau hingga permasalahan teknis berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Baca juga: Jakarta Darurat Kebakaran, Kevin Wu PSI Minta Pemprov DKI Evaluasi Sistem Pencegahan dan Penanganan
“Belakangan ini, masyarakat Jakarta sedang hidup di bawah bayang-bayang teror kebakaran. Mulai dari Gedung Bapenda, kebakaran-kebakaran di wilayah-wilayah pemukiman padat penduduk, hingga kebakaran ilalang dan aksi pembakaran sampah terjadi secara beruntun,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
Sehingga, kata William, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, terutama Dinas Gulkarmat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kejadian kebakaran yang mungkin terjadi ke depannya.
“Terlebih, di tengah-tengah kondisi cuaca yang kemarau dan masih bermasalahnya instalasi listrik kita,” ucapnya.
Di satu sisi, William mendorong Dinas Gulkarmat untuk memastikan kesiapan pos-pos pemadam kebakaran, baik personel, kendaraan, serta alat-alat pemadam kebakaran, hingga infrastruktur-infrastruktur lainnya. Ia menekankan, kesiapsiagaan setiap pos pemadam kebakaran di seluruh wilayah Jakarta harus ditingkatkan.
“Artinya, semua kendaraan pemadam kebakaran, personel-personel, serta alat-alatnya perlu berada dalam kondisi yang prima dan siap untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada,” ucapnya.
Baca juga: Kevin Wu PSI Minta Semua Bangunan Pemprov DKI Diaudit Usai Kebakaran Gedung Bapenda, Termasuk DPRD
Selain meningkatkan kewasapadaan serta antisipasi, William juga mengingatkan Dinas Gulkarmat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sekaligus edukatif ke masyarakat.
“Di saat yang sama, kami berharap kebakaran dapat sepenuhnya dicegah agar tidak membahayakan keselamatan masyarakat kita. Karena yang menjadi taruhan di sini adalah nyawa banyak orang dan kejadian-kejadian kebakaran itu sudah sampai memakan korban jiwa,” ujarnya.
Maka dari itu, ujar dia, langkah-langkah preventif juga perlu dilakukan seperti patroli-patroli untuk menemukan titik-titik riskan.
“Seperti tumpukan sampah dan semak belukar untuk segera dibersihkan. Edukasi-edukasi kepada masyarakat dalam bentuk kunjungan anak-anak sekolah ke pos-pos pemadam kebakaran, sosialisasi-sosialisasi di tingkat lingkungan, dan lain-lain juga perlu dilakukan. Tujuannya adalah untuk membekali masyarakat kita agar tidak panik dan bisa melakukan penanganan pertama ketika kebakaran terjadi sampai pemadam kebakarannya datang,” tutur William Aditya Sarana. []


