Jakarta, OPSI.ID – Pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda hingga kini belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan mereka.
Dalam operasi pencarian terbaru, tim SAR gabungan mempersempit cakupan area pencarian menjadi sekitar 3.652 mil persegi (NM²) dari sebelumnya sekitar 6.649 NM².
Komandan Lanal Banten Letkol (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan penyempitan area pencarian dilakukan berdasarkan hasil pemodelan SARMAP Basarnas yang dipadukan dengan data dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
Pemodelan tersebut digunakan untuk memperkirakan kemungkinan lokasi korban berdasarkan arah dan pergerakan arus laut, termasuk potensi pergeseran posisi korban apabila diduga hanyut terbawa arus.
“Sehingga probabilitas atau perhitungan data tersebut menunjukkan arah atau tren daripada pergerakan arus, termasuk juga dari kemungkinan-kemungkinan arah yang dituju apabila rekan-rekan yang sampai sekarang belum ditemukan itu diperkirakan hanyut atau terbawa oleh arus sesuai dengan arah yang ada,” kata Wawan kepada awak media di Posko SAR Nasional Carita, Pandeglang, Selasa (15/9/2026).
Menurut Wawan, kondisi angin di wilayah pencarian bersifat dinamis. Arah dan kecepatannya dapat berubah setiap hari, bahkan dalam hitungan jam.
Karena itu, hasil pemodelan tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim SAR dalam menentukan pembagian sektor dan area pencarian.
“Jadi itu sudah dihitung kan, sudah dimodelkan, sehingga itu yang jadi acuan kita dalam melaksanakan ataupun membagi sektor dan area pencariannya,” ujarnya.


