Amran mengungkapkan, persoalan judi online sebelumnya juga pernah ditemukan di lingkungan Kementan.
Namun, kasus yang terjadi ketika itu masih dalam skala kecil sehingga kementerian memilih memberikan pembinaan dan peringatan kepada pegawai yang terlibat.
Kendati demikian, pelanggaran serupa kembali ditemukan. Karena itu, Amran memutuskan memberikan sanksi lebih tegas dengan mencopot 13 pejabat tersebut secara permanen.
“Dulu pernah ada kecil-kecil (kejadian yang sama), kami beri peringatan. Kami mencoba pembinaan, memberi peringatan. Ternyata berulang. Lebih baik ini diberhentikan, dicopot sekalian,” ujarnya.
Amran juga memperingatkan pegawai Kementan lainnya agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.
Ia menyebut sanksi pemberhentian tetap terbuka jika kasus yang sama kembali ditemukan setelah melalui proses penelusuran.
“Kalau mengulangi, peluangnya sangat besar saya berhentikan,” tegasnya.
Menurut Amran, keputusan tersebut juga merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai pimpinan.
Ia mengatakan tindakan tegas justru diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap pegawai yang bersangkutan dan keluarganya.
“Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Dan itulah bukti cinta saya pada mereka,” ujar Amran.
Kementan, kata Amran, saat ini memiliki sekitar 52 ribu pegawai. Dengan jumlah tersebut, ia menilai pencopotan 13 pejabat merupakan tindakan yang ditujukan kepada mereka yang memang telah terbukti melanggar berdasarkan hasil penelusuran.
Amran juga mengungkap adanya pegawai Kementan yang memiliki deposit untuk aktivitas judi online dengan nilai hampir Rp200 juta.
Namun, ia belum menjelaskan secara rinci identitas maupun perkara pegawai tersebut.
“Pegawainya Kementan, ingat, itu ada 52 ribu, pejabatnya dicopot hanya 13 (orang), enggak masalah. Copot permanen diganti hari ini,” kata Amran. []


