Anis Byarwati Minta Reformasi Pajak Tak Bebani Wajib Pajak

Jakarta — Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi sistem Coretax dan pendekatan Compliance Risk Management (CRM) dalam upaya meningkatkan penerimaan negara.

Dalam keterangan resminya, Anis menyebut transformasi digital melalui Coretax merupakan langkah strategis. Namun, efektivitasnya harus diukur dari kemampuannya menjangkau sektor ekonomi yang selama ini berada di wilayah shadow economy.

Ia menegaskan bahwa aktivitas ekonomi bawah tanah yang belum terjangkau sistem perpajakan masih menjadi tantangan besar dalam memperluas basis pajak nasional. Menurutnya, modernisasi perpajakan tidak boleh hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga harus menghadirkan keadilan fiskal.

“Modernisasi sistem perpajakan tidak boleh berhenti pada aspek teknologi semata. Tetapi harus mampu menghadirkan keadilan fiskal dengan memperluas basis pajak secara nyata,” ujarnya.

Aktivasi Capai 17 Juta

Anis juga menyoroti capaian aktivasi Coretax yang telah mencapai 17 juta hingga Maret 2026. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan potensi kendala teknis di lapangan, mulai dari stabilitas sistem hingga kesiapan infrastruktur digital.

Menurutnya, kemudahan penggunaan sistem menjadi faktor penting agar implementasi Coretax tidak justru menghambat pelaporan wajib pajak.

Ia menekankan bahwa optimalisasi teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan sukarela serta menekan potensi kekurangan penerimaan negara di masa depan.

“Jangan sampai semangat reformasi justru menambah beban administratif bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anis menanggapi rekomendasi dari Bank Dunia terkait penyesuaian ambang batas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) Badan, termasuk penghapusan tarif khusus.

Pertimbangan Kondisi Ekonomi

Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik, khususnya daya tahan pelaku usaha kecil dan menengah.

“Pendekatan reformasi pajak tidak bisa bersifat seragam. Pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara optimalisasi penerimaan dan stabilitas ekonomi nasional,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti proyeksi dari Fitch Ratings yang memperkirakan rasio pendapatan pemerintah Indonesia berada di kisaran 13,3 persen pada periode 2026–2027. Angka ini masih di bawah rata-rata negara dengan peringkat BBB.

Ia mengingatkan meningkatnya ketidakpastian fiskal, termasuk revisi prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Berpotensi memperlebar defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk melakukan terobosan kebijakan fiskal yang lebih komprehensif.

“Pemerintah perlu memperkuat strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak secara berimbang, meningkatkan kepatuhan sukarela. Serta memastikan kebijakan fiskal yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.

Sebagai penutup, Anis menegaskan komitmen Fraksi PKS untuk terus mengawal kebijakan fiskal agar berpihak pada kepentingan rakyat serta mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa reformasi perpajakan harus mampu menjawab tantangan struktural, termasuk mempersempit kesenjangan pajak dan memperluas partisipasi ekonomi formal.

“Reformasi perpajakan harus diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi, bukan sekadar mengejar target jangka pendek,” pungkasnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Temui Lansia Lumpuh Akibat Stroke di Galang, Bobby Nasution Janji Bantu Pengobatan Misdi

DELI SERDANG, Opsi.id  – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution...

Reses Kedua DPRD Toba, Warga Balige dan Tampahan Sampaikan 23 Aspirasi

TOBA, Opsi.id  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten...

DPRD Siantar Habis Kesabaran, Sengketa PT SHK Bakal Diseret ke Tiga Jalur Hukum Sekaligus

Pematangsiantar, Opsi.id  – Komisi I DPRD Pematangsiantar habis sabar...

Prabowo: Usul Anak Desa Lewat TikTok Pun Saya Tindak Lanjuti

Jakarta, Opsi.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa...

Dadi Yudistira, Eks Gitaris Superglad Meninggal Dunia

Jakarta - Dunia musik Indonesia kembali berduka. Dadi Yudistira,...

Prabowo Bongkar-Bongkar BUMN: dari 1.000 Jadi 250, Sisanya Buat Riset

Jakarta, Opsi.id -  Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya...

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Anak Padang Ini Menang Polling Publik

Jakarta, Opsi.id - Momen bersejarah terjadi di Kompleks Istana...

Berita Terbaru

Popular Categories