‎Bapemperda DPRD DKI Godok Regulasi Air Tanah, Kawasan Industri Minta Fleksibilitas SPAM

Jakarta – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta mengungkap poin penting yang menjadi perhatian dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada Selasa, 12 Mei 2026.

‎Ketua Bapemperda Abdul Aziz menjelaskan, dalam rapat lanjutan hari ini pihaknya telah membahas pasal per pasal terkait SPAM.

‎Menurut Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pihaknya masih menjaring masukan masyarakat, maupun aspirasi dari lembaga-lembaga terkait.

‎Salah satunya, kata Aziz, pihaknya menerima masukan dari BUMD DKI. Yakni PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau Jiep dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) terkait fleksibilitas dalam air baku industri.

‎”Yang merasa bahwa aturan yang ada sekarang ini belum sesuai dengan bisnis wise yang mereka lakukan. Jadi mereka punya sumber air sendiri, tapi belum boleh mengolahnya untuk menjadi non-air minum. Ini menarik,” kata Abdul Aziz saat diwawancarai usai Rapat Bapemperda di Gedung DPRD DKI Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

‎Maka itu, pihaknya akan menggodok lagi pada rapat pekan depan untuk bisa melihat dari perspektif hukum.

‎”Apakah dimungkinkan kalau suatu daerah yang mempunyai kawasan industri mempunyai air baku sendiri untuk memproduksi air, non-air minum. Secara hukum seperti apa? Ini akan kita bahas pekan depan untuk menampung aspirasi dari pengelola kawasan industri di Jakarta,” kata Abdul Aziz.

‎Menurut Abdul Aziz, setiap tempat yang mampu dijangkau air perpipaan, maka tidak boleh lagi pakai air tanah. Hal ini dilakukan untuk menjaga lingkungan serta menjaga penurunan dan permukaan tanah di Jakarta.

BACA JUGA: Resmikan Gedung Dispora, Pramono Anung Targetkan Atlet Jakarta Raih Juara PON

‎”Ini tantangannya juga, karena PAM Jaya sendiri belum mampu untuk mendistribusikan kuantitas airnya ke seluruh DKI. Karena perpipaannya juga terbatas, masih perlu perbaikan, dan sebagainya,” tuturnya.

‎”Nah, ini tantangan ke depan untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan juga aturan ini SPAM bagaimana kita harus bisa fleksibel,” ucapnya menambahkan.

‎Maka itu, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh PDAM. Agar aturan atau regulasi yang dibuat oleh legislatif, bisa diimplementasikan dengan baik ke depannya.

‎”Kalau tempat-tempat yang memang secara kuantitas dan kualitas tidak layak, saya kira mau tidak mau harus diizinkan untuk mengambil air tanah. Karena tidak ada alternatif. Tidak mungkin masyarakat mengelola air kali sendiri dijadikan air minum, kan susah, biayanya juga besar,” tutur dia.

‎Maka itu, Abdul Aziz memprediksi rapat pada pekan depan terkait SPAM ini masih berputar di sekitar perdebatan perihal air tanah, karena harus ada batasannya.

‎”Pasti, karena kita tidak ingin warga Jakarta melakukan pemborosan terhadap air tanah yang jumlahnya semakin lama semakin langka di Jakarta. Mudah-mudahan nanti ada keputusan terbaik untuk kesejahteraan warga Jakarta,” kata Abdul Aziz. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

PSG Bidik Julián Álvarez, Real Madrid Pantau Declan Rice di Bursa Transfer Musim Panas

Jakarta, Opsi.id - Bursa transfer musim panas Eropa mulai...

Lamine Yamal Puncaki Daftar 21 Pemain U-21 Terbaik Piala Dunia 2026

Jakarta, Opsi.id - Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi...

Nanik Sudaryati Deyang Gantikan Dadan Hindayana

JAKARTA, Opsi.id  – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan...

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Ini Alasannya

JAKARTA, Opsi.id – Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkap alasan di...

Persimaju dan Unaaha FC Berbagi Poin, Irfan Rahman Soroti Kepemimpinan Wasit

Mamuju, OPSI.ID - Persimaju Mamuju harus puas berbagi poin...

Piala Dunia 2026 Makin Dekat, FIFA Resmikan Pusat Siaran Tercanggih di Dallas

DALLAS, Opsi.id  – Aroma pesta sepak bola dunia semakin...

Piala Dunia 2026 Jadi Peluang Emas bagi UMKM

JAKARTA, Opsi.id  – Gelaran FIFA World Cup 2026 akan...

Berita Terbaru

Popular Categories