Bareskrim Polri Periksa 10 Saksi Dugaan Ujaran Kebencian Ferdinand Hutahaean

Jakarta – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sudah memeriksa setidaknya 10 orang saksi atas kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA yang dilakukan pegiat media sosial Ferdinand Hutahean.

Saksi yang diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim (Dittipidsiber) Polri, terdiri dari 5 saksi dan 5 saksi ahli.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 6 Januari 2022.

“Saksi ahli tersebut terdiri dari saksi ahli bahasa, saksi ahli sosiologi, saksi ahli pidana, kemudian saksi ahli agama, dan saksi ahli ITE,” kata Brigjen Ahmad.

Usai melakukan pemeriksaan terhadap saksi tambahan, lanjutnya, penyidik langsung melakukan gelar perkara.

“Dan tentu akan ada saksi-saksi lain yang akan diperiksa. Kemudian setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa tambahan saksi dan saksi ahli, tim penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri melakukan gelar perkara,” ucap Karopenmas Brigjen Ahmad Ramadhan.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan polisi atas nama terlapor Ferdinand Hutahaean terkait dengan ujaran kebencian mengandung SARA dan menyebarkan berita bohong.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa Polri telah menerima laporan polisi tersebut pada hari Rabu, 5 Januari 2022 pukul 16.20 WIB.

“Bareskrim Polri telah menerima laporan polisi dari seseorang berinisial HP terkait dengan dugaan tindak pidana menyebarkan informasi atau pemberitaan bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu malam, 5 Januari 2022.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP /B/007/I/2022/SPKT/Bareskrim Polri dengan terlapor pemilik atau pengguna akun Ferdinand Hutahaean dengan nama pemilik akun @ferdinandHaean3.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Polisi Gerebek Rumah Pemuda di Maros, 1.083 Butir Obat Daftar G Disita

Maros, OPSI.ID - Satuan Reserse Narkoba Polres Maros mengungkap...

Hasan Nasbi Bicara Reshuffle Kabinet Prabowo: Menteri Tak Perlu Takut Dibully, Kinerja Jadi Ukuran

JAKARTA, Opsi.id  — Isu reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo...

Ancaman Karhutla Meluas, BMKG Deteksi 1.104 Titik Panas di Sembilan Provinsi Sumatra

Jakarta — Aktivitas titik panas atau hotspot di Pulau...

Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla, BNPB Laporkan 198 Hotspot Kepercayaan Tinggi di Kalbar

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 198...

Gempa M7,7 Flores: 30 Orang Meninggal, 643 Warga Luka dan 31 Ribu Mengungsi

Manggarai Timur — Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara...

Kapolda Sumsel Perintahkan Verifikasi 31 Titik Panas untuk Cegah Karhutla Meluas

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menemukan 31 titik panas...

Luhut Bertemu Wang Yi, Ada Rencana Besar RI-Tiongkok: Bukan Cuma Kereta Cepat

JAKARTA, Opsi.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut...

Prabowo Cek Langsung Karhutla Kalimantan, 198 Titik Api Terdeteksi di Kalbar

PONTIANAK, Opsi.id  — Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke...

Berita Terbaru

Popular Categories