Bisik-bisik Lelang Jabatan, Wali Kota Bekasi dan Belasan Orang Lainnya Dicokok KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Bang Pepen beserta 11 orang lainnya terkait kasus dugaan korupsi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan bahwa dugaan korupsi itu terkait dengan pengadaan barang dan jasa (PBJ) dan lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan beberapa pihak. Sejauh ini, ada sekitar 12 orang. Di antaranya benar, Wali Kota Bekasi. Lalu, ada pula Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi dan beberapa pihak swasta,” kata Ali Fikri melalui keterangannya, Jakarta, Kamis, 6 Januari 2022.

Dia mengatakan, hingga saat ini para pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) itu masih terus diperiksa oleh KPK. Bang Pepen dan belasan orang lainnya masih dimintai klarifikasi dan keterangan oleh tim KPK.

“Informasi yang kami peroleh, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ali menyebut KPK akan menginformasikan lebih lanjut perkembangan tentang hasil OTT tersebut.

“Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut,” ucap Ali Fikri.

Mengutip Antara, Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan bahwa OTT di Kota Bekasi melibatkan Rahmat Effendi alias Bang Pepen.

KPK membawa Rahmat Effendi dan 11 orang lainnya yang merupakan ASN Pemerintah Kota Bekasi ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Saat ini, Wali Kota Bekasi dan beberapa orang yang terkait sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim,” tutur Firli Bahuri, Rabu, 5 Januari 2022.

Sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu selama 1 x 24 jam untuk menentukan status Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan 11 orang lainnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Java Jazz Festival 2026 Hadir di NICE PIK 2 dengan Layanan Shuttle Terintegrasi

Jakarta - myBCA International Java Jazz Festival 2026 akan...

Polantas Polda Sulbar Lakukan Pengaturan dan Edukasi Lalu Lintas Menyeluruh Bagi Warga

Mamuju, OPSI.ID - Satuan Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat...

321 WNA Kasus Judi Online Internasional Dipindah ke Kantor Imigrasi

JAKARTA, Opsi.id  — Sebanyak 321 warga negara asing (WNA)...

Wali Kota Wesly Rayakan Paskah Bersama ASN Pemko Pematangsiantar

Pematangsiantar, Opsi.id - Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK...

Kerja Keras Berbuah Manis, Tiga Pelajar Mamasa Wakili Indonesia di Kuala Lumpur Cup U16

Mamuju, OPSI.ID - Tiga pelajar asal Kabupaten Mamasa berhasil...

Pameran Budaya Pancasila 2026 di Mamuju Resmi Digelar

Mamuju, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat...

Bus Halmahera Terbalik Keluar Tol JMKT, 4 Penumpang Tewas

SERDANG BEDAGAI, Opsi.id  — Satu unit Bus Halmahera BK...

Berita Terbaru

Popular Categories