Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum keras kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk segera melakukan pembenahan.
Menurut Menkeu Purbaya, jika dalam waktu satu tahun tidak ada perbaikan signifikan, maka pemerintah disebutnya telah menyiapkan skenario berupa pembubaran institusi Bea Cukai, beserta pengalihan tugasnya kepada Société Générale de Surveillance (SGS), perusahaan surveyor dari luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam sebuah perbincangan yang dipandu Denny Sumargo.
Menkeu menegaskan, ancaman pembubaran Bea Cukai merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo sebagai bentuk ketegasan terhadap upaya reformasi birokrasi di sektor penerimaan negara.
”Karena ancaman presiden jelas. Kalau dalam satu tahun tidak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarkan, digantikan dengan SGS, surveyor dari Swedia atau Swiss kalau tidak salah,” ujar Purbaya dikutip dari video pendek yang diunggah akun x @ardisatriawan dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.
Purbaya menerangkan, dalam skema tersebut pemerintah cukup menerima hasil penerimaan negara, sementara proses pemeriksaan dan pengawasan barang dilakukan oleh pihak ketiga melalui sistem outsourcing.
”Ini saja di-outsourcing. Dia yang mengerjakan semua, kita terima duit,” katanya.
Purbaya mengakui opsi tersebut akan berdampak besar terhadap ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini bertugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), jumlah pegawai Bea Cukai mencapai sekitar 16 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia.
”Jadi orang pajak Bea Cukai-nya pecat semua, sekitar 16.000 saya rumahkan. Kan enggak bagus,” ujarnya.
Karena itu, Purbaya mengaku meminta waktu kepada Presiden Prabowo untuk membenahi institusi tersebut sebelum opsi pembubaran benar-benar dijalankan.
”Saya sudah bilang ke Pak Presiden, mau bereskan dulu setahun. Saya merayu sedikit Pak Prabowo, setahun Pak ya, saya beresin dulu,” katanya.
Denny Sumargo pun sempat mempertanyakan apakah rencana tersebut masih sebatas wacana.
”Oh sudah ada wacana itu? Saya baru tahu,” kata Denny.
Purbaya lantas secara gamblang berkata bahwa hal tersebut bukan lagi sekadar wacana, melainkan keputusan yang telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
”Oh sudah diputusin malah. Presiden Prabowo yang bilang, ganti, bubarkan,” tegasnya.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa sikap tegasnya ini sempat memicu penolakan dari internal Bea Cukai.
”Waktu saya ngancam-ngancam Bea Cukai itu, orang Bea Cukai benci semua sama saya,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa. []

