Darije menegaskan proses membangun kembali kekuatan PSM tidak bisa dilakukan secara instan.
Karena itu, ia memilih menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun agar memiliki waktu yang cukup untuk membangun fondasi tim secara bertahap.
Ia mengaku telah melakukan banyak diskusi dengan jajaran pimpinan klub, termasuk Direktur Utama PSM Makassar Munafri Arifuddin.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat untuk bekerja maksimal membawa PSM kembali bersaing di papan atas.
“Bersama manajemen kami memiliki komitmen yang sama, yaitu mengembalikan PSM ke tempat yang seharusnya,” tuturnya.
Darije bahkan mengungkapkan dirinya rela meninggalkan Eropa demi menerima tantangan melatih PSM Makassar.
Keputusan itu diambil karena kecintaannya terhadap klub dan masyarakat Makassar.
“Saya menyukai PSM, saya menyukai orang-orang Makassar, dan saya percaya jika kita bekerja bersama, target yang kita inginkan bisa tercapai,” ucapnya.
Dalam tiga tahun ke depan, Darije juga berharap PSM dapat kembali bermarkas di Kota Makassar.


