Dedi Mulyadi Naik Pitam Lihat ASN Makan Gaji Buta dan Dapat TKD

Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi nampak naik pitam karena menemukan pekerjaan yang seharusnya ditangani sejak lama, justru terabaikan berbulan-bulan.

Dedi pun membentak seorang aparatur sipil negara (ASN) Bagian Kepegawaian dan Umum. Begitu santainya pegawai itu menjawab bahwa Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tetap layak diberikan meski para ASN tidak bekerja sesuai tanggung jawab.

Mendengar itu, suara Dedi seketika meninggi. Ia menyebutkan bahwa kasus seperti itu kerap terjadi di banyak kota di Indonesia dan patut dibenahi.

Hal itu berawal dari keprihatinan Dedi Mulyadi melihat tumpukan sampah dan limbah rumah tangga. Bahkan, bahayanya, tak sedikit pecahan kaca yang berjajar sekitar jalan dekat Gapura Indung Rahayu, Mekargalih, Purwakarta, Jawa Barat.

Sepatutnya mengurusi sampah adalah tanggung jawab pihak para pegawai negeri yang meminta bantuan dari para Tenaga Harian Lepas (THL).

Secara tertulis dalam peraturan, ditangani oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa. Lantaran Kasi tak hadir di lokasi, Dedi pun meminta staf bagian kepegawaian untuk bertindak.

“Pegawai negerinya, pas kebetulan SP-nya itu pak Rahmat (Kasi). Kalau saya kan di kepegawaian,” kata Dadang Sanusi.

“Tapi bapak kan ikut mengesahkan honor kan, bapak di kepegawaian. Kinerja pegawai dan honor pegawai diparaf oleh bapak bidang kepegawaian. Ini dari sisi ASN siapa yang tanggung jawab?,” tanya Dedi seperti dihimpun dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat, 3 Desember 2021.

Dari peristiwa membersihkan lokasi itulah, Dedi menemukan kejanggalan. Selama ini, pihak ASN yang sepatutnya bekerja justru mengabaikan kebersihan.

“Pak Rahmat yang membawahi ini, pas kebetulan tadi ada acara,” ujar Dadang membela diri.

“Pak, berarti pak Rahmat tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Ini kan bukan pekerjaan hari ini. Ini pekerjaan yang mesti dilakukan oleh ASN, ASN cuma menggerakkan para THL untuk membabat ini, angkat ini. Tapi ini tidak dilakukan. Berarti tidak bekerja dengan baik,” terang Dedi Mulyadi. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Java Jazz Festival 2026 Hadir di NICE PIK 2 dengan Layanan Shuttle Terintegrasi

Jakarta - myBCA International Java Jazz Festival 2026 akan...

Polantas Polda Sulbar Lakukan Pengaturan dan Edukasi Lalu Lintas Menyeluruh Bagi Warga

Mamuju, OPSI.ID - Satuan Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat...

321 WNA Kasus Judi Online Internasional Dipindah ke Kantor Imigrasi

JAKARTA, Opsi.id  — Sebanyak 321 warga negara asing (WNA)...

Wali Kota Wesly Rayakan Paskah Bersama ASN Pemko Pematangsiantar

Pematangsiantar, Opsi.id - Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK...

Kerja Keras Berbuah Manis, Tiga Pelajar Mamasa Wakili Indonesia di Kuala Lumpur Cup U16

Mamuju, OPSI.ID - Tiga pelajar asal Kabupaten Mamasa berhasil...

Pameran Budaya Pancasila 2026 di Mamuju Resmi Digelar

Mamuju, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat...

Bus Halmahera Terbalik Keluar Tol JMKT, 4 Penumpang Tewas

SERDANG BEDAGAI, Opsi.id  — Satu unit Bus Halmahera BK...

Berita Terbaru

Popular Categories