Jakarta – Di balik ramainya kendaraan yang keluar masuk pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga area publik, ada sosok-sosok perempuan tangguh yang setiap hari menjaga kelancaran layanan parkir dengan disiplin dan dedikasi tinggi.
Dalam momentum Hari Kartini 2026, Secure Parking Indonesia mengangkat kisah para perempuan yang selama puluhan tahun menjadi garda depan operasional parkir modern di Indonesia.
Salah satunya adalah Eni Wulandari. Sejak lebih dari tiga dekade lalu, Eni setia menjalani rutinitasnya di pos jaga sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.
Setiap pagi, ia datang sebelum matahari terbit, bersiap menggantikan petugas malam dan memastikan operasional parkir berjalan lancar.
“Saya suka pekerjaan ini karena bisa melayani masyarakat,” ujarnya sederhana.
Perempuan Penjaga Kepercayaan
Selain Eni, ada nama-nama lain seperti Lince Megawati Hutabarat, Endang Lestari, dan Margareta Purwanti yang juga telah mengabdi lebih dari 25 tahun.
Mereka membuktikan bahwa pekerjaan lapangan yang penuh tekanan dapat dijalankan dengan profesionalisme tinggi tanpa memandang gender.
Dari Kasir Hingga Manajer
Lince Megawati Hutabarat memulai karier sejak 1996 sebagai kasir parkir di pusat elektronik di Jakarta Barat. Melalui perjalanan panjang, ia kini dipercaya sebagai Car Park Manager di pusat perbelanjaan Jakarta Utara.

Selama bertugas, Lince pernah menghadapi berbagai situasi sulit, termasuk ancaman di lapangan. Namun baginya, kunci utama adalah tetap tenang, jujur, dan menjaga amanah pelanggan.
“Kalau sudah diberi kepercayaan, kita harus bertanggung jawab,” katanya.
Berjuang Sambil Kuliah
Kisah inspiratif juga datang dari Endang Lestari. Perempuan asal Ponorogo ini merantau ke Jakarta demi mandiri dan membantu keluarga.

Sambil bekerja di layanan parkir, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma III Akuntansi. Kini, setelah 29 tahun bekerja, Endang menangani administrasi operasional di kawasan Tebet.
Single Parent yang Membesarkan Anak dari Pos Jaga
Margareta Purwanti juga menjadi simbol kekuatan perempuan pekerja. Sebagai single parent, ia membesarkan dua anak dari penghasilannya sebagai petugas parkir.
“Yang laki-laki bisa kerjakan, insya Allah perempuan juga bisa,” tegasnya.

Kebanggaan terbesarnya adalah mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga mandiri dan bekerja.
Kartini Masa Kini
Deputy Managing Director Secure Parking Indonesia Queenta Sylvia mengatakan para perempuan ini adalah fondasi kepercayaan perusahaan selama lebih dari tiga dekade.
“Bukan karena mereka istimewa sebagai perempuan, tetapi karena mereka luar biasa sebagai profesional,” ujarnya.

Saat ini, Secure Parking Indonesia melayani lebih dari 1.700 lokasi parkir di seluruh Indonesia. Di balik sistem yang semakin modern dan otomatis, sentuhan manusia tetap menjadi kunci.
Dan di balik setiap palang parkir, ada dedikasi yang mungkin jarang terlihat, tetapi selalu dirasakan. []


