Jakarta – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta terus mendalami Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda).
Ketua Bapemperda DPRD DKI Abdul Aziz menjelaskan, tujuan dari Ranperda tentang Siskesda, yakni untuk mengatasi ketimpangan beban pelayanan antara fasilitas kesehatan (Faskes) milik pemerintah dan swasta di Jakarta.
Abdul Aziz menyatakan, pembahasan pasal-pasal terus dikebut untuk menciptakan sistem distribusi pasien yang lebih merata.
Sebab, ada penumpukan pasien di Faskes milik pemerintah. Sedangkan fasilitas swasta cenderung sepi.
“Layanan kesehatan pemerintah selalu penuh, yang swasta selalu kosong,” ujar Aziz di Gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut politikus PKS itu, langkah tersebut diambil setelah pihaknya menerima aspirasi dari Perkumpulan Forum Pelayanan Kesehatan Nusantara (PFPKN), wadah pengelola klinik swasta yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
Berdasarkan laporan dari PFPKN, terdapat ketimpangan drastis antara rasio dokter dan pasien di klinik pemerintah, yang bisa melayani hingga 200 pasien per hari. Idealnya hanya menampung 50 pasien per hari.
Sementara, di klinik swasta setiap dokter hanya melayani 20-30 pasien per hari.
“Maka Ranperda ini akan kita masukkan pasal-pasal agar pemerintah daerah punya sistem yang bisa terdistribusi secara merata. Baik di klinik pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Dengan demikian, menurut Aziz, tujuan dari usulan pasal baru itu mampu mempersingkat waktu tunggu pasien sehingga kenyamanan warga dan pengobatan medis dapat tersalurkan secara merata.
“Karena yang menunggu ini orang sakit, bukan orang sehat sehingga harusnya lebih cepat waktu tunggunya dan layanannya juga lebih baik. Perbandingan jumlah pasien terhadap dokter menjadi lebih proporsional,” tutur Aziz.
Selain mengatur distribusi pasien, Aziz memastikan Ranperda Siskesda akan memuat mekanisme pelayanan jemput bola. Termasuk memfasilitasi mekanisme antar obat ke masing-masing rumah pasien.
“Eksekutif mendukung, menyebut baik, dan juga mengapresiasi, mudah-mudahan pekan depan kita lihat hasilnya dari Birohukum seperti apa,” ujar Abdul Aziz. []


