Jakarta, OPSI.ID – Sejumlah pengamat cuaca memperkirakan fenomena El Nino yang berlangsung tahun ini masih akan menguat dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah.
Kondisi tersebut turut meningkatkan peluang 2027 mencatat rekor sebagai tahun terpanas yang pernah terjadi.
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik.
Fenomena ini dapat memengaruhi pola cuaca global, termasuk memicu peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, sementara daerah lainnya menghadapi kondisi yang lebih kering dan berisiko mengalami kekeringan.
Dikutip dari Reuters, Met Office Inggris memproyeksikan kenaikan suhu permukaan laut dapat mencapai lebih dari 3 derajat Celsius pada akhir 2026.
Angka tersebut jauh di atas kenaikan suhu yang umumnya terjadi saat El Nino, yakni sekitar 1 hingga 2 derajat Celsius.
Pemanasan hingga 2 derajat Celsius sendiri sudah tergolong sebagai fenomena El Nino yang sangat kuat atau kerap disebut Super El Nino.
Met Office juga memperkirakan 2027 berpeluang menjadi tahun dengan suhu rata-rata tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Jika terjadi, rekor tersebut akan melampaui kondisi pada 2024 yang sebelumnya tercatat sebagai tahun terpanas.
Sementara itu, analisis kelompok ilmuwan World Weather Attribution (WWA) menunjukkan perubahan iklim akibat aktivitas manusia turut memperparah kenaikan suhu di sejumlah kawasan.


