Jakarta – Trio dangdut elektronik Feel Koplo resmi merilis maxi single terbaru bertajuk “.dom” dalam format audio visual. Grup yang beranggotakan Maufli Ikhsan, Tendi Ahmad, dan Wildan Sugara ini sebelumnya telah merilis karya ini dalam format audio.
Kini, mereka menghadirkan pengalaman berbeda dengan meluncurkan video musik yang menggabungkan tiga kisah menjadi satu cerita panjang.
Video musik ini digarap oleh sutradara Yustinus Kristianto atau Iyus. Wildan mengungkapkan bahwa keinginan untuk bekerja sama dengan Iyus sudah ada sejak 2019.
“Saya melihat porto Iyus pasca 2019 itu cukup ‘serius’, dapat dilihat dari video garapannya di The Panturas, Perunggu, dan Idgitaf. Saya merasa kekonyolan Iyus sudah lama tidak keluar, tidak seperti akun Instagram-nya atau pendekatannya pada El Karmoya dan Muchos Libre. Maka melalui proyek video musik ‘.dom’ ini, saya ingin absurditas itu muncul lagi dan terwakilkan dengan baik. Tentu tetap dengan gaya dan bahasa ‘warga’ khas Feel Koplo,” ujar Wildan.
Iyus sendiri menjelaskan konsep yang ia usung dalam video musik ini. “Merespon ide triathlon yang diajukan oleh Kiwil, korelasi yang saya temukan dari ketiga cerita tersebut sepertinya cocok jika dihadirkan dalam kegiatan yang sudah lumrah di masyarakat, yaitu adu merpati, adu layangan, dan memancing,” tuturnya.
Ia menambahkan, “Konsep ini lalu saya balut dengan estetika pop culture Indonesia di era 2000-an awal; seperti sinetron, anime, dan game; yang kemudian dikembangkan lagi.”
Maxi single “.dom” berisi tiga lagu orisinal dengan judul yang diambil dari nama distrik di Bandung, yakni “Bale Endah”, “Antafunky”, dan “Lembang Break”. Pemilihan nama ini didasarkan pada asal para personel Feel Koplo.
Ikhsan menjelaskan, “Aku asalnya dari Lembang, Bandung Utara. Lalu Tendi di Antapani (Bandung Selatan), dan Kiwil (Wildan) di Bale Endah, yang mana itu di Bandung Tengah. Masing-masing punya cerita personal yang berbeda-beda, mulai dari keresahan terhadap banjir dan macet, fenomena berkumpul muda-mudi, hingga bahaya bencana patahan Lembang yang saya alami.”
Dalam karya ini, Feel Koplo juga mengeksplorasi musik mereka lebih dalam sebagai identitas. Ikhsan menambahkan, “Kami ingin mencoba memisahkan antara panggung; di mana kami hadir untuk menghibur masyarakat luas; dengan karya orisinal yang tendensinya lebih ke eksplorasi sepuasnya dan jadi ruang buat menunjukkan sisi yang lebih dalam dari kami bertiga.”
Selain itu, mereka mengusung tiga genre musik global yang di-“domestikasi”: baile dari Brasil, breakbeat dari Inggris, dan funkot dari Indonesia.
Tendi sebagai produser utama menjelaskan, “Sebenarnya formula ini hampir selalu menjadi dasar pemikiran utama saya ketika memproduksi lagu: bagaimana memasukkan elemen-elemen dari genre musik lain ke dalam ciri khas Feel Koplo. Tiga genre ini punya warna berbeda-beda, tapi saya rasa sangat dekat dan memperkaya karakter dangdut kami.”
Pada rilisan ini, Feel Koplo juga mengusung prinsip Fatum Brutum, Amor Fati sebagai filosofi untuk menyatukan kegelisahan yang mereka alami. Wildan menjelaskan bahwa prinsip ini berarti ikhlas dan mencintai hidup meski dengan segala sesuatu yang tak bisa diubah.
Maxi single “.dom” kini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital, sementara video musiknya dapat ditonton melalui kanal YouTube resmi Feel Koplo.
Dengan konsep audio visual yang segar, eksplorasi genre lintas budaya, serta narasi personal dari para personelnya, Feel Koplo kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu unit dangdut elektronik paling inovatif di Indonesia. []

