Ferdinand Hutahaean Dorong Jusuf Kalla Minta Maaf soal Pernyataan Syahid

Jakarta – Politisi dan pengamat politik Ferdinand Hutahaean mendorong mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya terkait konsep syahid dalam kekristenan.

Menurut Ferdinand, pernyataan JK mengandung kekeliruan meskipun disampaikan dalam konteks penjelasan konflik di Poso dan Ambon.

“Meskipun disampaikan dalam menjelaskan konteks konflik, tetapi pernyataan Jusuf Kalla itu tetap ada kekeliruan tentang iman Kristen,” ujar Ferdinand, Rabu (15/4/2026).

Ia menilai konsep mati syahid tidak dikenal dalam ajaran kekristenan sebagaimana yang disampaikan, sehingga berpotensi menjadi disinformasi.

Ferdinand juga menyoroti bahwa polemik ini telah berkembang ke arah politisasi. Ia menduga ada pihak-pihak yang menunggangi isu tersebut untuk kepentingan elektoral menuju Pemilu 2029.

Ia secara khusus menyinggung sejumlah pernyataan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Termasuk Ade Armando, yang dinilainya dapat memicu ketegangan antarumat beragama.

“Saya melihat ada narasi yang justru berpotensi mengadu domba. Ini harus dihindari,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean mengimbau JK membuka ruang dialog dengan tokoh lintas agama guna meluruskan konteks pernyataannya.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk meredakan polemik. Bahkan, menurutnya, tidak ada salahnya jika JK sebagai negarawan menunjukkan sikap besar hati dengan menyampaikan permintaan maaf apabila pernyataannya menyinggung pihak lain.

Baca juga: PGLII Nilai Pernyataan Jusuf Kalla Keliru, Minta Klarifikasi

Terkait laporan hukum yang dilayangkan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat, ke Polda Metro Jaya, Ferdinand meminta aparat kepolisian bersikap hati-hati.

Ia menyarankan agar pendekatan dialog lebih diutamakan dibandingkan proses hukum, mengingat unsur pidana dalam kasus ini dinilai tidak kuat.

“Untuk masuk ke ranah penistaan, pembuktiannya akan sulit. Karena konteksnya adalah penjelasan peristiwa, meski ada kekeliruan dalam penyampaian,” katanya.

Ferdinand pun berharap penyidik dapat melakukan analisis secara objektif dan tidak terpengaruh tekanan publik dalam menangani laporan tersebut. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Raya Sebut Arsenal Penuh Percaya Diri Jelang Final Liga Champions

Inggris, Opsi.id - Kiper Arsenal, David Raya, menyebut keberhasilan...

Kresek Hitam untuk Daging Kurban Dinilai Berisiko bagi Kesehatan dan Lingkungan

JAKARTA, Opsi.id  – Penggunaan kantong plastik kresek hitam untuk...

Messi Cedera Paha Jelang Piala Dunia 2026, Argentina Menahan Napas

MIAMI, Opsi.id  — Kabar mengkhawatirkan datang dari kubu Argentina...

FIFA Rilis Jadwal Fase Grup Piala Dunia 2026, Deretan Big Match Langsung Tersaji

JAKARTA, Opsi.id  – FIFA resmi merilis jadwal pertandingan fase...

Lindee Cremona Rilis Single Hiphop Malas Tapi Terpaksa Bareng Kawizz

Jakarta - Single terbaru Lindee Cremona bertajuk "Malas Tapi...

‎Hasil SNBT 2026 Diumumkan: 256 Ribu Peserta Lolos Seleksi PTN, Tingkat Kelulusan Capai 29,42 Persen

‎Jakarta – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB)...

Daftar Tuan Rumah Piala Dunia Bertambah Jadi 18 Negara, Edisi 2026 Cetak Sejarah Baru

Jakarta, Opsi.id - Piala Dunia Sepak Bola terus mencatat...

Berita Terbaru

Popular Categories