Kupang, OPSI.ID – Memasuki hari ketiga pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8), tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak. Lebih dari 60 warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan ribuan personel gabungan yang dikoordinasikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Kekuatan tersebut terdiri atas 63 personel Basarnas dan 1.799 personel potensi SAR.
Pada hari ketiga operasi, Basarnas belum menerima laporan baru terkait warga yang hilang di wilayah terdampak.
Meski demikian, personel tetap dikerahkan secara optimal, terutama di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Selain pencarian dan pertolongan, penanganan medis darurat bagi masyarakat terdampak terus dilakukan sejak gempa terjadi pada Sabtu (15/8).
Pos komando juga menyiapkan pengoperasian rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada korban gempa maupun masyarakat yang membutuhkan perawatan.
Dua rumah sakit lapangan telah dikirimkan ke Kabupaten Manggarai dan Nagekeo.
Fasilitas tersebut disiapkan karena sejumlah rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Dalam operasionalnya, rumah sakit lapangan akan mendapat dukungan dari tim Emergency Medical Team (EMT) Kementerian Kesehatan.

