Di Kabupaten Ende, kerusakan meliputi 108 rumah rusak berat, 85 rumah rusak sedang, dan 268 rumah rusak ringan.
Sementara di Kabupaten Manggarai, sebanyak 761 rumah dilaporkan rusak berat, 76 rumah rusak sedang, dan 147 rumah rusak ringan.
Di Kabupaten Manggarai Timur, terdapat 23 rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan.
Adapun di Kabupaten Manggarai Barat, kerusakan tercatat sebanyak 481 rumah rusak berat, 202 rumah rusak sedang, dan 231 rumah rusak ringan.
Di Kabupaten Ngada, total rumah terdampak mencapai 1.796 unit. Namun, BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan masing-masing bangunan.
Sedangkan di Kabupaten Sikka, tercatat 145 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak ringan.
Selain rumah warga, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, perkantoran, serta fasilitas umum lainnya. Sejumlah akses jalan juga turut terdampak.
Gempa Susulan Capai 1.576 Kali
Hingga Senin (17/8), Pos Pendamping Nasional mencatat sebanyak 1.576 gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan M6,2.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 54 kejadian dirasakan oleh masyarakat.
Aktivitas gempa susulan masih menunjukkan kondisi fluktuatif. Pola peluruhan gempa juga belum terlihat secara jelas.
Kondisi aktivitas kegempaan diperkirakan mulai berangsur stabil dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. []

