Sebelumnya, pada Minggu (16/8), Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat, provinsi, serta kabupaten/kota terdampak.
Aktivasi HEOC dilakukan di sejumlah titik strategis untuk memperkuat koordinasi penanganan kesehatan selama masa tanggap darurat.
Pada sektor pelayanan kesehatan darurat, Kementerian Kesehatan juga memobilisasi dua tim manajemen krisis kesehatan. Masing-masing tim ditempatkan di Kabupaten Sikka dan Ende.
Selain itu, dua tim EMT diterjunkan ke wilayah terdampak. Satu tim melayani Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sementara satu tim lainnya ditugaskan untuk memberikan pelayanan di Kabupaten Sikka.
Kementerian Kesehatan turut menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai, emergency kit, tenda pos kesehatan, oksigen konsentrator, serta berbagai kebutuhan medis lainnya untuk menunjang penanganan darurat.
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa juga diperkuat dengan dukungan personel TNI dan Polri.
Kerusakan Bangunan Terus Dimutakhirkan
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah terdampak masih melakukan pemutakhiran dan verifikasi data kerusakan bangunan, khususnya rumah warga.
Di Kabupaten Nagekeo, tercatat 116 rumah mengalami rusak berat (RB), enam rumah rusak sedang (RS), dan 42 rumah rusak ringan (RR).

